Apa Itu Talasemia? Kenali Gejala, dan Cara Pencegahannya
- 18 Mei 2026 07:16 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Talasemia merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan dari orang tua kepada anak akibat gangguan pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Hemoglobin sendiri berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Penderita talasemia umumnya mengalami anemia atau kekurangan darah karena sel darah merah lebih mudah rusak.
Gejala Talasemia
Gejala talasemia dapat muncul sejak bayi maupun saat anak mulai tumbuh besar. Tingkat gejala tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit.
Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:
1. Tubuh mudah lelah dan lemas
2. Wajah tampak pucat
3. Pertumbuhan anak lebih lambat
4. Nafsu makan menurun
5. Perut membesar akibat pembengkakan limpa
6. Tulang wajah mengalami perubahan bentuk
7. Kulit tampak kekuningan
8. Pada talasemia berat, penderita biasanya memerlukan penanganan medis rutin agar kondisi tubuh tetap stabil.
Cara Pencegahan Talasemia
Karena merupakan penyakit keturunan, talasemia tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, risiko lahirnya anak dengan talasemia berat dapat diminimalkan melalui pemeriksaan genetik dan edukasi kesehatan.
Dikutip dari laman instagram @kemenkes_ri, Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
- Skrining Sebelum Menikah
Pemeriksaan darah sebelum menikah sangat penting untuk mengetahui apakah seseorang membawa gen talasemia atau tidak. Jika kedua pasangan sama-sama pembawa sifat talasemia, risiko melahirkan anak dengan talasemia berat akan lebih tinggi sehingga diperlukan konsultasi medis sebelum merencanakan kehamilan. - Konsultasi Genetik
Konsultasi genetik membantu pasangan memahami kemungkinan risiko talasemia yang dapat diturunkan kepada anak. Melalui pemeriksaan dan penjelasan dokter, pasangan dapat menentukan langkah terbaik dalam merencanakan kehamilan secara lebih aman dan terencana. - Pemeriksaan Kehamilan Secara Rutin
Ibu hamil dianjurkan rutin memeriksakan kandungan untuk memantau kesehatan janin sejak dini. Pemeriksaan kehamilan juga membantu dokter mendeteksi kemungkinan gangguan darah atau kelainan genetik pada janin lebih cepat. - Menjalani Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat penting diterapkan untuk menjaga kondisi tubuh tetap baik dan membantu mencegah komplikasi pada penderita talasemia. Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin berolahraga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh tetap optimal. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Peningkatan edukasi mengenai talasemia sangat penting agar masyarakat memahami bahaya serta cara pencegahannya sejak dini. Semakin banyak orang melakukan pemeriksaan darah dan skrining genetik, maka risiko kelahiran anak dengan talasemia berat dapat ditekan.
Talasemia merupakan penyakit kelainan darah turunan yang memengaruhi pembentukan hemoglobin dalam tubuh. Penyakit ini dapat menyebabkan anemia ringan hingga berat apabila tidak ditangani dengan baik. Deteksi dini melalui pemeriksaan darah dan skrining sebelum menikah menjadi langkah penting untuk mencegah lahirnya anak dengan talasemia berat. Dengan edukasi, pemeriksaan rutin, dan penanganan yang tepat, penderita talasemia tetap dapat menjalani hidup sehat dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....