Bukan Maag, Bisa Jadi Lactose Intolerant

  • 16 Mei 2026 19:18 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tidak sedikit orang mengira sakit perut setelah minum susu hanyalah gejala maag biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda lactose intolerant atau intoleransi laktosa yang sering tidak disadari.

Lactose intolerant terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup enzim laktase untuk mencerna laktosa dalam susu. Akibatnya, gula susu tidak tercerna sempurna dan menimbulkan gangguan pada pencernaan.

Gejalanya dapat berupa perut kembung, mual, diare, hingga rasa mulas setelah mengonsumsi produk susu. Keluhan biasanya muncul sekitar 30 menit hingga dua jam setelah makan atau minum produk berbahan dairy.

Menurut National Health Service (NHS) Inggris, intoleransi laktosa cukup umum terjadi, terutama pada orang dewasa. Kondisi ini bukan penyakit berbahaya, tetapi dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

Sebagian orang masih bisa mengonsumsi susu dalam jumlah kecil tanpa mengalami keluhan berat. Produk seperti yogurt atau susu rendah laktosa juga sering lebih mudah diterima tubuh karena kandungan laktosanya lebih rendah.

Kementerian Kesehatan RI mengingatkan pentingnya menjaga pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi. Sementara itu, WHO menekankan bahwa setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap makanan tertentu.

Karena itu, rasa tidak nyaman setelah minum susu sebaiknya tidak langsung dianggap maag biasa. Mengenali tanda lactose intolerant dapat membantu seseorang menjaga kesehatan pencernaan dengan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....