Penyakit Diabetes Mengintai Generasi Muda

  • 12 Mei 2026 18:38 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kencing manis atau yang lebih dikenal dengan Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis paling umum terjadi di Indonesia. Dulunya penyakit ini sering diasosiasikan dengan penyakit yang hanya menyerang orang tua atau usia lanjut.

Namun, paradigma ini kini telah bergeser drastis. Dengan gaya hidup modern yang serba cepat dan cenderung tidak sehat, Diabetes telah menjelma menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.

Mengintai dengan senyap dan berpotensi merenggut kualitas hidup mereka di masa depan. Hal ini karena semakin banyak anak dan remaja yang terdiagnosis Diabetes, yang saat ini dikenal dengan diabetes tipe 5.

Peningkatan prevalensi Diabetes pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda adalah fenomena global yang mengkhawatirkan. Pergeseran pola makan dari alami menjadi makanan siap saji, kemudian menjadi konsumsi makanan olahan tinggi gula, lemak trans, dan garam.

Ditambah minimnya aktivitas fisik akibat gaya hidup sedentari yang didominasi gawai/gadget serta paparan stres yang berkelanjutan menjadi faktor pemicu utama yang mempercepat munculnya resistensi insulin dan pada akhirnya menjadi diabetes tipe 2. Jenis diabetes ini, yang dulunya nyaris eksklusif pada orang dewasa, kini semakin sering ditemukan pada usia yang jauh lebih muda, bahkan pada anak-anak pra remaja dan remaja (pelajar SMP dan SMA).

Ancaman Diabetes pada generasi muda bukan hanya sekadar angka statistik Konsekuensinya jauh lebih mendalam dan merusak. Ketika Diabetes menyerang di usia muda, artinya tubuh akan terpapar kadar gula darah tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Paparan kronis ini mempercepat timbulnya komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan kebutaan. Apabila mengalami luka akan menjadi borok (gangren) hingga amputasi.

Diagnosis Diabetes di usia muda sering kali membawa stigma, kecemasan, dan depresi. Keterbatasan diet, keharusan memonitor gula darah secara rutin, dan potensi komplikasi dapat memengaruhi kepercayaan diri, interaksi sosial, dan bahkan pilihan karier

Penyebab Diabetes pada Generasi Muda

1. Malnutrisi (mengalami masalah gizi) sejak lahir

Kondisi ini dapat menyebabkan resistensi insulin yang meningkatkan risiko Diabetes pada anak-anak.

2. Pola makan tidak seimbang

Konsumsi makanan manis, makanan olahan, dan makanan kurang serat akan meningkatkan kadar gula darah dan risiko Diabetes .

3. Kurangnya aktivitas fisik

Gaya hidup tidak aktif dan kurang berolahraga akan menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan meningkatkan risiko Diabetes .

4. Obesitas

Kelebihan berat badan, ditandai banyaknya lemak di sekitar perut, akan meningkatkan risiko Diabetes pada anak-anak dan remaja. Walaupun demikian, penderita diabetes tipe 5 tidak selalu obesitas, karena penderitanya juga banyak yang kurus.

5. Faktor genetik

Riwayat keluarga dengan Diabetes juga meningkatkan risiko seseorang menderita Diabetes . Riwayat keluarga tidak selalu diturunkan dari orang tua kepada anaknya, namun juga dapat diturunkan dari kakek neneknya kepada cucunya (generasi kesatu kena, generasi kedua lepas, tetapi generasi ketiga kena lagi).

6. Perubahan gaya hidup modern

Perubahan pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat termasuk kurang aktivitas fisik dan tingginya stress di era modern turut memicu peningkatan risiko Diabetes pada generasi muda.

Gejala Diabetes pada Generasi Muda

1. Haus berlebihan (polidipsi): sering merasa haus dan ingin minum banyak.

2. Buang air kecil berlebihan (poliuri): sering buang air kecil, terutama di malam hari.

3. Lapar berlebihan (polifagia): sering merasa lapar dan ingin makan banyak.

4. Penurunan berat badan, meskipun nafsu makan meningkat, berat badan cenderung turun.

5. Penglihatan kabur, dikarenakan kadar gula darah yang tinggi menyebabkan lensa mata membengkak dan mengurangi kemampuan fokus.

6. Luka sulit sembuh, terutama luka pada kulit kaki, sulit sembuh karena kadar gula darah yang tinggi.

7. Pusing dan lemas, diakibatkan kadar gula darah yang fluktuatif (naik turun dengan cepat).

Pencegahan Diabetes pada Generasi Muda

1. Menerapkan pola makan sehat

Kurangi konsumsi makanan manis (terutama berpemanis), makanan olahan, dan minuman berkarbonasi. Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan serat.

2. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari akan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah, sehingga kondisi badan akan semakin sehat dan bugar.

3. Menjaga berat badan ideal

Agar berat badan ideal, setiap orang juga harus memahami tentang indeks masa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang, Hal ini sangat penting dalam menghindari obesitas. Upaya yang dilakukan berupa menjaga pola makan dan aktivitas fisik yang seimbang.

4. Berhenti merokok

Rokok dapat merusak sel pankreas yang memproduksi insulin dan meningkatkan risiko Diabetes .

5. Kelola stres

Stres dapat mempengaruhi kadar gula darah. Pengelolaan stres dengan baik melalui olahraga, yoga, meditasi, dzikir atau hal lain sangat penting. Di samping Diabetes , penyakit lain juga dipengaruhi tingkat stres seseorang.

6. Pengecekan gula darah secara rutin

Periksa kadar gula darah secara rutin untuk mendeteksi dini penyakit Diabetes . Dengan adanya program pemerintah berupa cek kesehatan gratis, tentunya sangat membantu seseorang untuk memastikan kadar gula darahnya. Apalagi pada momen-momen tertentu, ada organisasi yang memfasilitasi cek kesehatan gratis.

Sumber Kemenkes RI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....