Virus Hanta Mengintai dari Tikus Rumah, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

  • 10 Mei 2026 12:50 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Rodensia menjadi penyebar utama penyakit berbahaya seperti leptospirosis, pes, serta infeksi virus Hanta pada manusia di Indonesia dewasa. Virus penyebab penyakit Hanta berasal dari genus Orthohantavirus dengan tikus dan celurut sebagai reservoir utama penularannya di Indonesia.

Beberapa jenis tikus pembawa virus Hanta ditemukan hidup sekitar rumah, sawah, ladang, hingga kawasan hutan Indonesia saat ini. Jenis reservoir terkonfirmasi mencakup tikus got, tikus rumah, tikus sawah, mencit rumah, serta tikus belukar liar di Indonesia.

Dikutip dari laman resmi Kemkes, Penularan penyakit virus Hanta terjadi melalui kontak langsung dengan urin, saliva, maupun feses hewan pengerat terinfeksi di sekitar. Paparan debu terkontaminasi juga berisiko menularkan virus melalui luka kulit, mata, hidung, maupun rongga mulut manusia setiap hari.

Hingga sekarang, penularan penyakit virus Hanta antar manusia belum pernah dilaporkan secara resmi oleh otoritas kesehatan internasional manapun. Penyakit virus Hanta memiliki dua gejala klinis utama, yaitu HFRS dan HPS, dengan tingkat kematian berbeda signifikan global.

Tipe HFRS banyak ditemukan wilayah Asia dan Eropa, sedangkan HPS hanya ditemukan kawasan Benua Amerika saja hingga kini. Strain Seoul Virus menjadi penyebab HFRS paling sering ditemukan Indonesia dengan manifestasi klinis kategori sedang pasien hingga kini.

Gejala umum penyakit meliputi demam, sakit kepala, nyeri perut, mual, ruam, serta gangguan sistem pernafasan serius pada pasien. Pencegahan utama dilakukan menjaga kebersihan rumah, menggunakan APD, serta menghindari kontak langsung hewan pengerat pembawa virus setiap hari.

Masyarakat juga dianjurkan membersihkan kotoran tikus menggunakan disinfektan serta rutin mencuci tangan memakai sabun antiseptik setelah beraktivitas seharihari. Penyakit virus Hanta perlu diantisipasi serius karena berpotensi memicu wabah apabila populasi reservoir tidak dikendalikan bersama oleh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....