Rasa Asam Bukan Indikator Kurang Vitamin C
- 06 Mei 2026 17:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Anggapan bahwa seseorang yang tidak merasakan asam saat mengonsumsi vitamin C atau buah asam berarti kebutuhan vitamin C-nya sudah terpenuhi masih banyak dipercaya. Padahal, secara ilmiah, hal tersebut tidak dapat dijadikan indikator kondisi tubuh.
Rasa asam yang muncul saat mengonsumsi makanan atau suplemen berkaitan dengan tingkat keasaman atau pH zat tersebut. Sensasi ini merupakan respons indera pengecap terhadap senyawa kimia, bukan sinyal yang menunjukkan kecukupan vitamin dalam tubuh.
Vitamin C atau asam askorbat memang memiliki sifat asam, tetapi persepsi rasa tiap individu bisa berbeda. Faktor seperti sensitivitas lidah, kondisi kesehatan mulut, hingga kebiasaan makan dapat memengaruhi kuat atau tidaknya rasa asam yang dirasakan.
Dalam literatur ilmiah bidang gizi, dijelaskan bahwa tubuh mengatur kadar vitamin C melalui mekanisme penyerapan dan pembuangan. Artinya, status vitamin C tidak bisa dinilai dari persepsi rasa, melainkan dari asupan dan kebutuhan fisiologis tubuh.
Dikutip dari laman National Institutes of Health pada Rabu, 6 Mei 2026, vitamin C merupakan vitamin larut air yang tidak disimpan dalam jumlah besar di dalam tubuh, sehingga kelebihannya akan dikeluarkan melalui urine. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan vitamin C harus dilakukan secara rutin melalui konsumsi makanan bergizi.
Selain itu, rasa asam dalam buah tidak hanya berasal dari vitamin C, tetapi juga dari senyawa lain seperti asam sitrat dan asam organik lainnya. Hal ini semakin menegaskan bahwa rasa tidak dapat dijadikan ukuran kandungan vitamin atau kondisi kecukupan dalam tubuh.
Kesimpulannya, tidak merasakan asam saat mengonsumsi vitamin C bukan tanda bahwa tubuh sudah tercukupi. Penilaian kecukupan vitamin C sebaiknya didasarkan pada pola makan seimbang dan, jika diperlukan, pemeriksaan medis yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....