Penyebab Fenomena Rambut M pada Pria Dewasa

  • 25 Apr 2026 09:25 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Perubahan garis rambut menjadi salah satu hal yang umum dialami pria seiring bertambahnya usia. Salah satu pola yang paling sering terlihat adalah garis rambut yang mundur di bagian depan hingga membentuk huruf “M”. Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran, meskipun secara medis merupakan proses yang cukup umum terjadi.

Fenomena tersebut dikenal sebagai Androgenetic Alopecia atau kebotakan pola pria. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormon, khususnya hormon dihidrotestosteron (DHT). Hormon ini merupakan turunan dari testosteron yang dapat memengaruhi folikel rambut, menyebabkan rambut menjadi lebih tipis dan akhirnya rontok.

Pada bagian depan kepala, folikel rambut cenderung lebih sensitif terhadap DHT. Akibatnya, rambut di area pelipis mulai menipis lebih dulu dibandingkan bagian lain. Seiring waktu, garis rambut terus mundur dan membentuk pola khas menyerupai huruf “M”. Proses ini bisa dimulai sejak usia 20-an, namun tingkat keparahannya berbeda pada setiap individu.

Selain faktor hormon dan genetik, gaya hidup juga dapat mempercepat proses tersebut. Stres, pola makan yang tidak seimbang, serta kurangnya perawatan rambut dapat memperburuk kondisi kerontokan. Meski begitu, faktor utama tetap berasal dari predisposisi genetik yang tidak dapat dihindari sepenuhnya.

Para ahli menyebutkan bahwa kondisi ini bukan penyakit berbahaya, melainkan bagian dari proses biologis alami. Namun, bagi sebagian pria, perubahan ini dapat memengaruhi kepercayaan diri. Oleh karena itu, berbagai perawatan seperti penggunaan produk penumbuh rambut hingga terapi medis sering menjadi pilihan untuk memperlambat proses kerontokan.

Dengan memahami penyebabnya, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi perubahan ini. Pola rambut berbentuk “M” bukan sekadar tanda penuaan, tetapi juga hasil interaksi kompleks antara hormon dan faktor genetik yang telah berlangsung secara alami dalam tubuh pria.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....