Waspada 'Lelah Terus-Menerus': Dampak Serius Kekurangan Zat Besi bagi Kesehatan

  • 17 Apr 2026 20:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernahkah Anda merasa sangat lelah meski sudah tidur cukup, atau merasa pusing saat tiba-tiba berdiri? Hati-hati, itu bukan sekadar kelelahan biasa. Pakar kesehatan memperingatkan bahwa kekurangan zat besi (defisiensi besi) kini menjadi salah satu masalah nutrisi yang paling umum namun sering diabaikan, yang jika dibiarkan dapat berdampak fatal pada kualitas hidup.

Zat besi bukan sekadar mineral biasa; ia adalah komponen utama hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika cadangan zat besi menipis, tubuh mulai "kelaparan" oksigen.

Dampak yang Melampaui Rasa Lelah

Kekurangan zat besi tidak hanya membuat wajah pucat, tetapi juga menyerang berbagai fungsi tubuh:

  • Penurunan Fungsi Kognitif: Otak yang kekurangan oksigen akan sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan mengalami penurunan daya ingat.
  • Gangguan Jantung: Jantung harus bekerja ekstra keras memompa darah untuk mengompensasi kurangnya oksigen, yang dalam jangka panjang bisa memicu detak jantung tidak teratur (palpitasi) hingga gagal jantung.
  • Sistem Imun Melemah: Orang dengan defisiensi besi lebih rentan terserang infeksi karena sel darah putih membutuhkan zat besi untuk melawan bakteri dan virus.
  • Dampak pada Fisik: Kuku yang rapuh dan berbentuk sendok (koilonychia), rambut rontok parah, hingga luka di sudut mulut.
Kelompok Paling Berisiko

"Banyak orang tidak sadar mereka mengalami anemia defisiensi besi sampai gejalanya cukup berat," ujar praktisi kesehatan. Kelompok yang paling rentan meliputi ibu hamil, wanita dengan siklus menstruasi berat, anak-anak dalam masa pertumbuhan, serta vegetarian/vegan yang tidak menyeimbangkan asupan nutrisinya.

Langkah Pencegahan

Para ahli menyarankan masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan makanan. Zat besi heme (paling mudah diserap) ditemukan pada daging merah, hati ayam, dan ikan. Sementara bagi yang tidak mengonsumsi daging, zat besi non-heme dapat diperoleh dari bayam, kacang-kacangan, dan sereal yang difortifikasi.

Konsumsi makanan kaya Vitamin C (seperti jeruk atau beri) bersamaan dengan sumber zat besi untuk meningkatkan penyerapan, dan hindari minum teh atau kopi saat makan karena kandungan taninnya dapat menghambat proses tersebut.

Jangan abaikan gejala kecil. Jika Anda merasa lemas berkepanjangan, segera lakukan cek darah untuk memantau kadar hemoglobin dan feritin Anda. Sehat dimulai dari deteksi dini dan nutrisi yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....