Hati-Hati Patah Hati Diam-Diam Melemahkan Tubuhmu
- 13 Apr 2026 19:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu- Saat seseorang mengalami stres atau patah hati, dampaknya tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga secara fisik. Menurut dr. Gia Pratama, kondisi tersebut membuat otak berada dalam tekanan yang cukup besar, sehingga memengaruhi keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Otak merupakan pusat kendali tubuh yang bekerja layaknya aliran listrik. Ia mengatur berbagai fungsi penting, mulai dari detak jantung, pernapasan, hingga sistem pencernaan. Ketika otak berada dalam kondisi tidak stabil akibat stres atau beban emosional, sinyal yang dikirimkan ke organ lain pun ikut terganggu.
Inilah sebabnya mengapa seseorang yang sedang patah hati bisa merasakan gejala fisik, seperti dada terasa sesak, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, hingga tubuh terasa lemas. Bahkan, dalam beberapa kasus, stres emosional juga dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.
Secara ilmiah, kondisi ini berkaitan dengan peningkatan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini, jika terus meningkat dalam waktu lama, dapat melemahkan sistem imun serta mengganggu keseimbangan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit.
Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental agar tubuh tetap stabil. Melakukan aktivitas yang menenangkan seperti olahraga ringan, berbicara dengan orang terdekat, atau menyalurkan emosi melalui hobi bisa membantu meredakan tekanan pada otak.
Pada akhirnya, memahami bahwa pikiran dan tubuh saling terhubung adalah kunci. Ketika kita mampu mengelola stres dengan baik, bukan hanya perasaan yang membaik, tetapi juga kesehatan fisik akan tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....