Jangan Sepelekan Meltdown Anak Autisme

  • 07 Apr 2026 16:50 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Meltdown pada anak dengan Autisme sering kali disalahartikan sebagai tantrum biasa oleh sebagian orang. Padahal, kondisi ini merupakan respons emosional yang jauh lebih kompleks dan tidak dapat dikendalikan dengan mudah.

Dalam kajian Psikologi Perkembangan, meltdown terjadi akibat overstimulasi atau tekanan berlebih pada sistem sensorik anak. Situasi seperti suara bising, keramaian, atau perubahan rutinitas dapat memicu reaksi tersebut secara tiba-tiba.

Berbeda dengan tantrum yang biasanya bertujuan untuk mendapatkan sesuatu, meltdown terjadi karena anak tidak mampu mengelola emosi dan rangsangan yang diterima. Akibatnya, anak bisa menangis, berteriak, bahkan menunjukkan perilaku yang tampak ekstrem.

Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan autisme memiliki sensitivitas sensorik yang lebih tinggi dibandingkan anak pada umumnya. Hal ini membuat mereka lebih rentan mengalami kelelahan emosional ketika berada di lingkungan yang tidak nyaman.

Sayangnya, masih banyak orang tua dan masyarakat yang belum memahami kondisi ini secara utuh. Kurangnya pemahaman seringkali membuat anak justru dimarahi atau dianggap tidak disiplin saat mengalami meltdown.

Penanganan yang tepat sangat diperlukan untuk membantu anak melewati kondisi tersebut. Memberikan ruang tenang, mengurangi rangsangan, serta mendampingi dengan penuh kesabaran menjadi langkah penting dalam meredakan meltdown.

Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat lebih empati terhadap anak dengan autisme. Dukungan lingkungan yang positif akan sangat membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....