Gaya Hidup Praktis ternyata Berdampak Buruk Kesehatan
- 31 Mar 2026 11:58 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Gaya hidup modern yang serba cepat dan praktis ternyata menyimpan risiko kesehatan yang sering tidak disadari. Kebiasaan seperti duduk terlalu lama, kurang gerak, dan konsumsi makanan instan menjadi pemicu utama berbagai penyakit.
Penelitian dalam The Lancet Public Health (2020) menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian dini. Bahkan, duduk lebih dari delapan jam per hari disebut memiliki dampak serius bagi kesehatan tubuh.
Selain itu, pola makan modern yang tinggi gula, garam, dan lemak juga memperburuk kondisi kesehatan. Studi dari BMJ (2019) mengungkapkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik.
Paparan stres yang tinggi akibat tekanan pekerjaan dan kehidupan digital juga menjadi faktor penting. Riset dalam American Journal of Lifestyle Medicine (2021) menyebutkan bahwa stres kronis dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko gangguan mental.
Kurangnya kualitas tidur akibat penggunaan gadget berlebihan turut memperparah kondisi ini. Penelitian dari Sleep Medicine Reviews (2018) menyatakan bahwa paparan cahaya biru dari layar dapat mengganggu ritme sirkadian dan menurunkan kualitas tidur.
Memahami risiko ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki gaya hidup. Mengatur pola makan, rutin berolahraga, mengelola stres, dan membatasi penggunaan gadget dapat membantu menjaga kesehatan di tengah tuntutan hidup modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....