Bahaya Sindrom Crushing pada Rambut

  • 26 Mar 2026 13:36 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Sindrom crushing pada rambut merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kerusakan rambut akibat tekanan fisik berulang atau berlebihan. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari, terutama pada orang yang sering mengikat, menekan, atau menata rambut secara terlalu ketat.

Tekanan yang terus-menerus pada batang dan akar rambut dapat menyebabkan kerusakan struktur rambut hingga akar. Akibatnya, rambut menjadi mudah patah, rontok, dan bahkan mengalami penipisan di area tertentu.

Dalam dunia medis, kondisi ini berkaitan dengan traction alopecia, yaitu kerontokan rambut akibat tarikan atau tekanan berulang. Beberapa penelitian dermatologi menunjukkan bahwa penggunaan gaya rambut ketat seperti kuncir tinggi atau kepang dapat meningkatkan risiko kerusakan permanen pada folikel rambut.

Selain kerontokan, sindrom ini juga dapat menimbulkan rasa nyeri di kulit kepala. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, tekanan tersebut dapat merusak folikel rambut sehingga pertumbuhan rambut baru menjadi terganggu.

Dampak lainnya adalah perubahan tekstur rambut yang menjadi lebih kasar dan rapuh. Rambut juga bisa kehilangan kilau alaminya karena lapisan pelindung rambut mengalami kerusakan akibat tekanan mekanis.

Untuk mencegah kondisi ini, penting menghindari gaya rambut yang terlalu ketat dalam waktu lama. Memberikan jeda pada rambut untuk “bernapas” serta menggunakan aksesoris yang lembut dapat membantu mengurangi risiko kerusakan.

Selain itu, perawatan rambut dengan nutrisi yang cukup seperti protein dan vitamin juga sangat dianjurkan. Dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan yang sehat, risiko sindrom crushing pada rambut dapat diminimalkan sehingga kesehatan rambut tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....