Perempuan perlu Menangis agar Terhindar dari Kanker dan Autoimun

  • 14 Mar 2026 08:04 WIB
  •  Bengkulu

Pernyataan seorang dokter bernama Qorry Amanda menjadi perbincangan di media sosial setelah ia menyampaikan pandangannya mengenai dampak menahan emosi terhadap kesehatan. Dalam sebuah penjelasan yang beredar luas, ia menyebutkan bahwa perempuan sebaiknya tidak terus-menerus menahan tangis karena dapat berdampak pada kondisi kesehatan tubuh.

Menurut Qorry Amanda, ada sejumlah faktor psikososial yang dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Kebiasaan memendam emosi, jarang mengungkapkan perasaan, serta selalu berusaha terlihat kuat di hadapan orang lain dinilai dapat memberikan tekanan tersendiri bagi kondisi mental.

Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, kondisi emosional yang terpendam dalam jangka waktu lama dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit autoimun maupun kanker. Hal ini berkaitan dengan bagaimana tubuh merespons stres emosional yang berlangsung terus-menerus.

Penjelasan tersebut merujuk pada konsep psikoneuroimunologi, yakni bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara pikiran, emosi, sistem saraf, dan sistem kekebalan tubuh. Dalam konsep ini dijelaskan bahwa kondisi psikologis seseorang dapat memengaruhi cara kerja sistem imun dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Ketika seseorang menekan emosi dalam waktu lama, tubuh dapat mengalami stres berkepanjangan yang berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon serta respons sistem kekebalan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Karena itu, mengekspresikan perasaan dipandang sebagai salah satu cara untuk menjaga keseimbangan emosional. Tangisan, menurutnya, merupakan bentuk ekspresi emosi yang alami dan dapat membantu tubuh melepaskan tekanan psikologis yang selama ini dipendam.

Meski demikian, ia juga menekankan bahwa menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada pengelolaan emosi saja. Pola hidup sehat, dukungan sosial, serta kemampuan mengelola stres secara positif juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan mental dan fisik.

Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian menilai bahwa pesan tersebut penting sebagai pengingat bahwa kesehatan mental memiliki hubungan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan, serta bahwa mengekspresikan perasaan bukanlah sebuah kelemahan, melainkan bagian dari proses menjaga kesejahteraan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....