Jangan Anggap Remeh Demam Berdarah, karena Bisa Sebabkan Kematian

  • 28 Feb 2026 22:38 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh pengidapnya menjadi sangat tinggi. Secara umum, gejalanya adalah sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.

Merangkum dari laman resmi halodoc penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini tidak boleh dianggap remeh, karena bisa menyebabkan kematian. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, berikut beberapa poin alasan, mengapa demam berdarah bisa berakibat fatal:

1. Gejala yang Beragam dan “Mengikis” Tubuh

Hal yang sering orang lupakan mengenai demam berdarah adalah, penyakit ini merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong yang parah bisa membuat kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah disertai darah, pendarahan dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

2. Fase Kedua Adalah Fase Kritis

Pada umumnya, jika kamu mengidap demam berdarah dengue, kamu akan mengalami 3 fase. Di antaranya adalah fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Pada fase demam, kamu akan mengalami demam tinggi hingga 39-41 derajat Celsius yang berlangsung selama kurang lebih 3-4 hari.

Selain itu, fase yang kedua adalah fase kritis. Sering kali pada fase inilah terjadinya kesalahan penanganan pada demam berdarah. Pada fase ini, demam akan turun ke suhu yang normal. Pada saat suhu tubuh turun, justru pembuluh darah mengalami kebocoran dengan efek munculnya tanda-tanda perdarahan pada kulit dan organ lainnya.

Organ lain juga bisa mengalami pendarahan seperti terjadinya mimisan, atau pun perdarahan saluran cerna. Bintik merah pada kulit juga muncul pada fase ini.

3. Fase Penyembuhan Bukan Berarti Sembuh

Fase kritis akan berakhir yang ditandai dengan suhu tubuh yang normal, denyut nadi menguat, pendarahan berhenti, dan terjadinya perbaikan fungsi tubuh lainnya. Selain itu, nafsu makan bisa kembali naik dan bintik merah akan berkurang. Namun, diagnosis dokter tetap diperlukan untuk menentukan apakah benar fase kritis sudah dilewati.

Maka dari itu langkah pencegahan sangat penting agar terhindar dari penyakit DBD. Pemberantasan sarang nyamuk menjadi langkah paling ampuh dalam menekan angka kasus BDD.

Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan demgan menerapkan 3M+. Yakni menguras tempat penampungan air 1 minggu sekali, menutup tempat penampungan air, mengubur barang barang bekas agar tidak terjadi genangan air pada musim hujan, menaburkan bubuk abate didalam bak mandi atau kolam dan plusnya menanam tanam pengusir nyamuk.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....