Asap Rokok Berikan Dampak Buruk Bagi Ibu Hamil

  • 27 Feb 2026 08:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tingginya perokok aktif di Indonesia dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Dampak kesehatan tersebut tidak hanya pada perokok aktif yang mengisapnya, tetapi juga perokok pasif yang terkena paparan asapnya.

Melansir dari laman resmi kemenkes RI Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah menyebut, Ibu hamil menjadi salah satu kelompok yang sangat rentan terkena dampak dari rokok. Ibu hamil yang sering terkena paparan asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, stillbirth, dan kematian neonates, kelahiran prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), plasenta premis, kelainan kongenital serta perkembangan neurologis.

Selanjutnya pada anak-anak, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndromes (SIDS) hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan anak-anak yang tidak merokok, fungsi paru menurun, penyakit pernapasan, kanker, gangguan ginjal dan infeksi telinga. Tidak sampai disitu saja asap rokok juga dapat menyebabkan Stunting.

Sementara itu melansir dari laman halodoc beeikut oenjelasan teekait dampak-dampak buruk rokok bagi ibu hamil :

1. Keguguran

Salah satu bahaya asap rokok bagi ibu hamil adalah bisa meningkatkan risiko keguguran pada trimester pertama apabila sering terpapar asap rokok. Di beberapa hari awal setelah pembuahan, janin mengalami perkembangan yang pesat. Saat terpapar asap rokok, kerusakan genetik (terutama kromosom) dapat terjadi.

Pada akhirnya, keguguran dapat terjadi jika terus dibiarkan. Keguguran akibat menghirup banyak asap rokok juga dapat terjadi akibat masalah pada plasenta.

Ini akibat fungsi plasenta untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke janin berkurang drastis. Tidak tercukupinya segala hal yang dibutuhkannya untuk tumbuh membuat janin alami kematian.

2. Bayi Lahir dengan Berat Rendah

Paparan asap rokok berisiko sebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Pada umumnya berat badan bayi yang normal saat lahir yaitu mulai dari 2,9 hingga 3,6 kilogram. Berat badan bayi dikatakan rendah apabila beratnya kurang dari 2,5 kilogram. Kondisi tersebut mungkin bisa membuat bayi mengalami gangguan pernapasan, mudah mengalami infeksi, dan kadar gulanya rendah.

3. Bayi Lahir Prematur

Bahaya paparan asap rokok saat kehamilan juga bisa memunculkan risiko bayi lahir sebelum waktunya. Hal ini tentu bisa memicu beberapa masalah kesehatan yang serius bagi bayi, seperti gangguan pernapasan. Gangguan akibat asap rokok ini bisa memberikan efek negatif bagi perkembangan paru-paru janin.

Bayi prematur juga lebih rentan mengalami infeksi, penyakit kuning, kesulitan untuk menyusu, gangguan saluran pencernaan, gangguan sistem saraf, dan mengalami pendarahan otak.

4. Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Ini merupakan sindrom yang bisa menyebabkan bayi kehilangan nyawa secara tiba-tiba saat ia sedang tidur. Padahal sebelumnya Si Kecil terlihat baik-baik saja. SIDS terjadi pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun. SIDS bisa terjadi diduga karena adanya kelainan di bagian otak yang mengatur pernapasan bayi, kondisi tidur bayi yang menghambat pernapasannya, dan hal lainnya.

Bahan kimia dalam asap rokok tampaknya dapat memengaruhi otak bayi yang telah lahir dengan cara mengganggu pengaturan pernapasannya. Disebutkan juga jika bayi yang meninggal akibat SIDS memiliki konsentrasi nikotin yang lebih tinggi disertai kadar nikotin di paru-parunya akibat paparan asap rokok saat hamil atau setelah lahir.

Nah sobat RRI dari penjelasan bahaya asap rokok bagi ibu hamil diatas, sangat diharapkan siapapun yang merokok di dekat ibu hamil dan anak-anak , disarankan untuk menjauh dan lebih dianjurkan lagi untuk berhenti merokok. Sebab, selain tidak baik bagi kesehatan perokok sendiri, merokok juga menimbulkan efek negatif pada orang-orang di sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....