Cara Menyesuaikan Minum Air Putih saat Puasa agar Tubuh Tetap Terhidrasi

  • 26 Feb 2026 22:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Berpuasa bukan berarti tubuh berhenti membutuhkan cairan. Saat menjalankan puasa seperti di bulan Ramadan, tubuh tidak mendapatkan asupan air selama kurang lebih 12–14 jam (atau lebih, tergantung lokasi). Karena itu, penting untuk mengatur pola minum agar tetap segar, fokus, dan tidak mudah lemas. Berikut panduan lengkap dan praktis untuk menyesuaikan minum air putih saat puasa:

  1. Penuhi Kebutuhan Cairan Harian (±2 Liter)
    Kebutuhan cairan rata-rata orang dewasa adalah sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari. Saat puasa, jumlah ini tetap sama, hanya waktunya yang diatur ulang antara berbuka hingga sahur. Gunakan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas antara berbuka dan sebelum tidur, 2 gelas saat sahur).
  2. Minum Bertahap Saat Berbuka
    Setelah seharian tidak minum, hindari langsung mengonsumsi air dalam jumlah besar sekaligus. Mulailah dengan 1 gelas air putih suhu ruang, Tunggu beberapa menit, Lanjutkan makanan ringan seperti kurma, dan Tambah 1 gelas lagi setelah makan. Minum perlahan membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal dan mencegah rasa kembung.
  3. Jangan Tunda Minum Hingga Menjelang Tidur
    Banyak orang baru sadar kurang minum saat malam hari. Akibatnya, minum terlalu banyak sekaligus sebelum tidur bisa membuat, Sering buang air kecil, Tidur terganggu, dan Tubuh tidak optimal menyerap cairan. Sebarkan waktu minum secara merata sejak berbuka.
  4. Perhatikan Asupan Saat Sahur. Sahur adalah “bekal hidrasi” untuk siang hari.
  5. Kenali Tanda Dehidrasi
    Waspadai gejala seperti, Urine berwarna kuning pekat, Pusing atau sakit kepala, dan Mulut sangat kering. Jika mengalami gejala berat seperti pingsan atau sangat lemah, pertimbangkan untuk membatalkan puasa demi kesehatan.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....