Bahaya Keseringan Bekam
- 26 Feb 2026 22:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bekam (cupping therapy) adalah metode pengobatan tradisional yang sudah digunakan selama ribuan tahun di berbagai budaya, termasuk pengobatan Tiongkok kuno dan praktik medis di Timur Tengah. Di Indonesia, bekam cukup populer sebagai terapi alternatif untuk mengatasi pegal, masuk angin, hingga keluhan tertentu seperti migrain. Meski memiliki manfaat, bekam yang dilakukan terlalu sering justru bisa menimbulkan efek samping dan risiko kesehatan. Berikut bahaya keseringan bekam.
- Anemia (Kurang Darah)
Bekam basah mengeluarkan darah dari tubuh. Jika dilakukan terlalu sering (misalnya tiap minggu tanpa jeda cukup), tubuh bisa kehilangan zat besi secara berlebihan. Orang dengan riwayat anemia sangat tidak disarankan melakukan bekam rutin tanpa pengawasan medis. - Infeksi Kulit dan Penyakit Menular
Jika alat tidak steril, bekam bisa menyebabkan, Infeksi bakteri, Hepatitis B atau C, dan Infeksi jamur. Bekam basah memiliki risiko lebih tinggi karena melibatkan sayatan kulit. Oleh karena itu, kebersihan alat dan keahlian terapis sangat penting. - Kerusakan Kulit dan Jaringan
Terlalu sering bekam pada titik yang sama bisa menyebabkan, Memar berkepanjangan, Jaringan parut, dan Perubahan warna kulit permanen. Kulit membutuhkan waktu untuk pulih. Bekam tanpa jeda cukup dapat memperlambat proses regenerasi alami. - Tekanan Darah Turun Mendadak
Sebagian orang bisa mengalami, Pusing, Keringat dingin, dan Hampir pingsan. Terutama jika bekam dilakukan saat kondisi tubuh lemah, kurang makan, atau dehidrasi. - Gangguan pada Penderita Penyakit Tertentu
Bekam sebaiknya dihindari atau dikonsultasikan dulu jika Anda memiliki, Diabetes, Gangguan pembekuan darah, dan Penyakit jantung. Pada kondisi tersebut, luka kecil sekalipun bisa sulit sembuh atau menyebabkan komplikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....