Penderita Asam Lambung Sebaiknya Hindari Kopi, Ini Alasannya

  • 26 Feb 2026 09:10 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kopi menjadi minuman favorit banyak orang untuk meningkatkan energi dan konsentrasi. Namun bagi penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), konsumsi kopi sering kali tidak disarankan karena dapat memperparah gejala yang muncul. Sensasi perih di ulu hati hingga rasa terbakar di dada kerap terjadi setelah mengonsumsi minuman berkafein ini.

Kandungan kafein dalam kopi diketahui dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Saat asam lambung meningkat, risiko naiknya asam ke kerongkongan juga semakin besar. Kondisi ini terjadi karena kafein dapat melemahkan otot sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup yang berfungsi mencegah asam lambung naik kembali ke atas.

Tak hanya kafein, tingkat keasaman alami pada kopi juga menjadi faktor pemicu iritasi dinding lambung. Bagi penderita maag kronis, minum kopi saat perut kosong bisa menimbulkan rasa perih, mual, kembung, bahkan muntah. Jika dikonsumsi terus-menerus, kondisi ini dapat memperparah peradangan lambung.

Sejumlah ahli kesehatan menyarankan agar penderita asam lambung mengganti kopi dengan minuman yang lebih ramah bagi sistem pencernaan, seperti teh herbal, susu rendah lemak, atau air hangat. Jika tetap ingin minum kopi, sebaiknya pilih kopi rendah asam, batasi jumlahnya, dan hindari konsumsi sebelum makan.

Mengontrol pola makan dan minum menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan lambung. Mengurangi kopi, menghindari makanan pedas dan berlemak, serta mengatur jadwal makan yang teratur dapat membantu mencegah kekambuhan. Dengan disiplin menjaga pola hidup, penderita asam lambung tetap dapat beraktivitas secara nyaman dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....