Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Kerupuk
- 23 Feb 2026 08:02 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kerupuk memang sulit dipisahkan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, dan harganya yang terjangkau membuat kerupuk jadi pelengkap favorit berbagai hidangan. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, kerupuk bisa membawa dampak kurang baik bagi kesehatan. Berikut beberapa bahaya terlalu banyak konsumsi kerupuk yang perlu diketahui:
- Tinggi Garam, Picu Tekanan Darah Naik
Sebagian besar kerupuk mengandung garam dalam jumlah tinggi. Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi). Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada penyakit jantung dan stroke.
Bagi orang dengan riwayat hipertensi, terlalu sering makan kerupuk bisa memperparah kondisi kesehatan. - Digoreng dengan Minyak Banyak
Kerupuk umumnya diolah dengan cara digoreng. Proses ini membuat kandungan lemak, terutama lemak jenuh, meningkat. Jika minyak yang digunakan dipakai berulang kali, risiko terbentuknya zat berbahaya juga bertambah.
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dalam jangka panjang bisa meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. - Minim Nilai Gizi
Kerupuk sebagian besar terbuat dari tepung tapioka atau tepung lainnya yang tinggi karbohidrat namun rendah serat, vitamin, dan mineral. Artinya, kerupuk hanya memberikan kalori tanpa banyak nutrisi penting.
Jika terlalu sering mengonsumsi kerupuk sebagai camilan, tubuh bisa kekurangan asupan gizi seimbang. - Berisiko Menyebabkan Kenaikan Berat Badan
Karena rendah serat dan protein, kerupuk tidak membuat kenyang lebih lama. Akibatnya, kita cenderung makan dalam jumlah banyak tanpa sadar. Kalori yang berlebih inilah yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
Jika dikombinasikan dengan pola makan kurang sehat dan kurang aktivitas fisik, risiko obesitas akan meningkat. - Potensi Penggunaan Bahan Tambahan Berbahaya
Beberapa kerupuk yang tidak diproduksi secara higienis berisiko mengandung bahan tambahan yang tidak aman, seperti pewarna atau pengawet berlebihan. Dalam kasus tertentu, pernah ditemukan penggunaan bahan kimia berbahaya yang tidak layak konsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....