Berikut Beberapa Langkah Pencegahan Obesitas pada Remaja

  • 22 Feb 2026 06:28 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Obesitas adalah kondisi ketika tubuh memiliki kelebihan lemak berlebihan akibat asupan energi (makanan/minuman) jauh melebihi pengeluaran (aktivitas fisik). Pada remaja, obesitas biasanya ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) relatif terhadap usia dan jenis kelamin.

Remaja termasuk dalam kategori obesitas apabila IMT-nya melebihi batas normal berdasarkan kurva pertumbuhan yang relevan. Kondisi ini bukan sekadar soal berat badan atau penampilan, melainkan masalah kesehatan serius yang dapat memengaruhi masa remaja dan dewasa.

Berikut penyebab obesitas pada remaja :

1. Kebanyakan Makan Junk Food, seperti jajan burger, ayam crispy, hingga minuman manis.

2. Kurang Gerak

Aktivitas fisik minim seperti banyak duduk, nonton, scrolling medsos, rebahan sepanjang hari membuat kalori numpuk jadi lemak.

3. Kecanduan Gadget

Bermain HP berjam-jam membuat lupa untuk gerak, lupa minum, kadang makan cuma buat temen scroll.

4. Pola Tidur Berantakan

Kurang tidur membuat hormon pengatur nafsu makan kacau, jadinya gampang lapar dan craving makanan manis.

5. Hobi Ngemil Tanpa Sadar

Ngemil keripik, coklat, atau minuman manis saat nugas atau nonton. “Cuma sedikit kok”, padahal jika dijumlahkan lumayan banget kalorinya.

6. Stres & Emosi

Terkadang stres dapat membuat seseorang pelarian ke makanan (emotional eating). Namun kondisi ini tidak baik karena memicu melonjaknya berat badan.

7. Kurang Makan Sayur & Buah

Lebih milih makanan cepat saji dibanding makanan bergizi. Akhirnya tubuh kekurangan serat dan nutrisi yang penting buat ngatur berat badan.

8. Faktor Keluarga / Genetik

Jika orang tua atau keluarga memiliki riwayat obesitas, risiko remaja juga lebih tinggi. Tapi tetap bisa dicegah.

Dampak obesitas pada remaja tidak hanya fisik, seperti peningkatan risiko penyakit metabolik (misalnya sindrom metabolik, gangguan gula darah, kolesterol, dan lainnya). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa remaja obes berisiko lebih tinggi terhadap sindrom metabolik dibanding remaja dengan berat badan normal.

Dampak lainnya bisa berupa penurunan kepercayaan diri, masalah psikologis, dan kesulitan mengikuti aktivitas fisik atau sosial karena keterbatasan fisik. Karena itu, pencegahan obesitas pada remaja sangat penting. Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:

1. Terapkan pola makan sehat dan seimbang: kurangi makanan cepat saji, gorengan, dan cemilan tinggi gula/lemak; perbanyak buah, sayur, sumber protein sehat; batasi minuman manis; dan atur porsi makan. Contoh pola makan sehat dan seimbang:

*Sarapan: Roti gandum + telur / oatmeal + buah + air putih

*Camilan pagi: Buah (apel/pisang/pepaya) / yogurt plain

*Makan Siang: ½ piring nasi, ¼ piring lauk (ayam/ikan/tahu/tempe), ¼ piring sayur

*Camilan Sore: Kacang panggang / potongan buah / smoothie tanpa gula

*Makan Malam: Ikan/ayam + sayur + sedikit nasi; hindari makan larut malam

*Minuman: Air putih 6–8 gelas/hari; kurangi minuman manis

2. Pastikan aktif bergerak setiap hari. Minimal 60 menit aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti jalan cepat, bersepeda, olahraga ringan; hindari gaya hidup terlalu sedentari.

3. Batasi waktu layar/gadget untuk hiburan. Terlalu banyak waktu duduk dan menonton bisa memicu pola makan tidak sehat dan mengurangi aktivitas fisik.

4. Tidur cukup dan teratur. Pola tidur yang baik membantu menjaga metabolisme dan kadar hormon.

5. Edukasi gizi dan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Baik di rumah, sekolah, maupun komunitas; peran lingkungan sangat besar dalam membentuk kebiasaan sehat.

Sumber Kemenkes RI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....