Kopi atau Matcha, Mana Lebih Sehat?

  • 14 Feb 2026 19:47 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu: Sebagian besar orang kini berlomba mengoptimalkan gaya hidup, mulai dari skor tidur hingga asupan protein harian. Namun saat berbicara soal kafein pagi, kebiasaan lama sulit diubah. Kopi masih jadi pilihan utama selama puluhan tahun, tetapi matcha mulai mencuri perhatian sebagai penambah energi alternatif. Pertanyaannya, mana yang benar-benar membuat tubuh lebih bugar dan pikiran lebih tajam?

Menurut Tim Spector, ahli epidemiologi dan co-founder ZOE, kopi unggul dari sisi penelitian ilmiah karena telah diteliti lebih luas. Sejumlah studi menunjukkan konsumsi kopi berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hingga Parkinson. Bahkan, beberapa riset mengaitkannya dengan risiko lebih rendah terhadap jenis kanker tertentu dan demensia. Kopi juga kaya polifenol, terutama chlorogenic acid, yang berperan dalam regulasi gula darah dan kesehatan metabolik.

Di sisi lain, matcha memiliki kelebihan tersendiri meski data jangka panjang pada manusia masih terbatas. Ahli gizi Maddie Pasquariello menyebut kandungan EGCG dalam matcha berperan sebagai antioksidan kuat dengan potensi antikanker dan antimikroba. Matcha juga mengandung L-theanine, asam amino yang membantu meningkatkan fokus dengan efek lebih tenang. Studi menunjukkan peningkatan kortisol akibat matcha sekitar 20 persen, lebih rendah dibanding kopi yang bisa mencapai 50 persen, sehingga efeknya cenderung lebih stabil dan minim rasa gemetar.

Dari sisi kafein, secangkir kopi seduh rata-rata mengandung 95 hingga 100 miligram kafein. Matcha lebih bervariasi, sekitar 40 hingga 90 miligram per sendok teh, tergantung kualitas dan takaran. Jika disajikan dua sendok teh, kandungannya bisa menyamai kopi. Cara konsumsi juga berpengaruh; meneguk espresso cepat memberi efek berbeda dibanding menyeruput matcha perlahan selama satu jam. Tambahan gula atau krim pun dapat mengurangi manfaat kesehatan keduanya.

Pada akhirnya, tidak ada pemenang mutlak antara kopi dan matcha. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan toleransi tubuh masing-masing. Jika ingin dorongan energi kuat, kopi bisa jadi andalan. Namun bagi yang sensitif terhadap kafein atau menginginkan energi lebih stabil, matcha mungkin pilihan lebih ramah. Kombinasi keduanya pun memungkinkan, asalkan dikonsumsi dengan bijak dan tidak mengganggu kualitas tidur.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....