Rahasia Autofagi: Mekanisme Pembersih Otomatis Tubuh

  • 12 Feb 2026 22:29 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tubuh manusia ternyata memiliki sistem "daur ulang" otomatis yang jauh lebih canggih daripada fasilitas pengolahan limbah mana pun di dunia. Mekanisme ini disebut Autofagi, sebuah rahasia biologi sel yang mengantarkan ilmuwan Jepang, Dr. Yoshinori Ohsumi, meraih Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 2016.

Apa Itu Autofagi?

Secara etimologi, autofagi berasal dari bahasa Yunani, auto (diri sendiri) dan phagein (memakan). Jadi, autofagi secara harfiah berarti "memakan diri sendiri".

Bukannya menyeramkan, proses ini justru sangat krusial bagi kesehatan. Dalam proses ini, sel-sel tubuh mengidentifikasi bagian yang rusak, protein beracun, atau organel yang sudah tua, lalu membungkusnya dalam kantong khusus untuk dihancurkan dan diubah menjadi energi atau komponen sel baru yang sehat.

Mengapa Temuan Ini Revolusioner?

Sebelum penelitian Ohsumi pada tahun 1990-an menggunakan ragi roti, para ilmuwan tahu bahwa sel memiliki "tempat sampah" bernama lisosom, tetapi mereka tidak tahu bagaimana sel mengirimkan sampahnya ke sana atau bagaimana proses itu diatur.

Ohsumi berhasil memetakan gen-gen yang mengendalikan autofagi. Temuan ini membuka pintu bagi dunia medis untuk memahami berbagai penyakit:

  • Kanker: Autofagi yang tidak berfungsi dapat memicu pertumbuhan sel kanker.
  • Penyakit Neurodegeneratif: Penyakit seperti Parkinson dan Alzheimer berkaitan dengan kegagalan sel otak dalam "membersihkan" sampah protein yang menumpuk.
  • Penuaan: Dengan meningkatkan efisiensi autofagi, sel dapat bertahan lebih lama dan berfungsi lebih baik.

Puasa: Tombol Aktivasi Autofagi

Salah satu hal yang membuat temuan Dr. Ohsumi sangat viral di kalangan pegiat kesehatan adalah hubungannya dengan puasa.

Saat tubuh kekurangan asupan nutrisi eksternal (glukosa), sel mengalami stres ringan. Untuk bertahan hidup, sel mengaktifkan mode hemat energi dan mulai mencari sumber energi internal dengan cara memakan bagian-bagian sel yang rusak atau tidak perlu. Inilah mengapa puasa sering disebut sebagai metode detoksifikasi seluler alami paling ampuh.

"Selalu ada proses penghancuran dan pembaruan dalam tubuh kita. Tanpa keseimbangan itu, kita tidak bisa hidup." — Dr. Yoshinori Ohsumi

Kesimpulan

Penelitian Ohsumi mengingatkan kita bahwa tubuh memiliki kecerdasan alami untuk menyembuhkan diri. Melalui pemahaman tentang autofagi, dunia kedokteran kini sedang mengembangkan obat-obatan baru yang dapat menargetkan proses ini untuk mengobati berbagai penyakit mematikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....