Mengapa Menyemprotkan Parfum di Leher Tidak Dianjurkan
- 03 Feb 2026 09:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kebiasaan menyemprotkan parfum langsung ke leher sering dipandang sebagai cara terbaik untuk membuat aroma wewangian lebih kuat dan tahan lama, namun pandangan ini perlu ditinjau ulang dari sudut kesehatan kulit dan reaksi alergi. Banyak ahli dermatologi dan ilmuwan kulit memperingatkan bahwa parfum, terutama yang mengandung bahan kimia kompleks, dapat menyebabkan iritasi kulit atau reaksi alergi ketika bersentuhan langsung dengan kulit sensitif seperti area leher.
Penelitian The EDEN Fragrance Study yang dipublikasikan dalam jurnal medis menunjukkan bahwa paparan terhadap produk beraroma dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan peningkatan risiko alergi kontak terhadap wewangian, terutama pada individu dengan kulit sensitif. Dalam uji tersebut, sejumlah peserta menunjukkan reaksi alergi ketika kulit mereka terkena parfum yang mengandung campuran fragrance mix. Selain itu, studi di PubMed tentang fragrance chemicals menegaskan bahwa banyak senyawa aroma dalam produk kosmetik berpotensi menjadi alergen dan memicu sensitisasi kulit jika digunakan secara berulang dalam jangka panjang.
Kulit di leher cenderung lebih tipis dan lebih rentan terhadap iritasi bila dibandingkan dengan bagian tubuh lain seperti lengan atau punggung, sehingga kontak langsung sering kali memicu dermatitis kontak iritan atau reaksi alergi pada beberapa individu. Dalam kasus yang sama, dermatologis sering menyarankan orang yang memiliki riwayat eksim atau kulit sensitif untuk menghindari aplikasi parfum langsung pada area ini, karena risiko iritasi dapat meningkat drastis.
Dikutip dari laman PubMed pada Selasa, 3 Februari 2026, hasil studi yang diterbitkan menunjukkan bahwa beberapa jenis senyawa parfum memang memiliki kemampuan untuk menginduksi alergi kulit pada sejumlah peserta penelitian, yang diukur melalui uji patch test dengan panel standar. Hal ini menegaskan bahwa bukan sekadar opini, melainkan bukti empiris tentang bagaimana parfum dapat berdampak pada kesehatan kulit.
Selain alasan alergi dan sensitivitas, banyak parfum komersial beralkohol tinggi yang dapat mengeringkan kulit setelah disemprotkan, meningkatkan kerentanan terhadap iritasi, terutama di area yang sering terkena gesekan atau paparan sinar matahari. Meski bukan semua orang akan mengalami efek samping ini, mereka yang memiliki kulit sangat sensitif atau kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya harus lebih berhati-hati.
Berdasarkan bukti ilmiah tersebut, banyak ahli menyarankan agar parfum disemprot pada area di luar kulit langsung seperti pada pakaian, syal, atau di belakang lutut yang cenderung kurang sensitif, sehingga tetap memperoleh aroma tanpa kontak langsung yang berisiko. Alternatif lain adalah menggunakan parfum berbasis minyak atau label hypoallergenic yang diformulasikan khusus untuk mengurangi potensi iritasi.
Sebaliknya, parfum dengan konsentrasi tinggi alkohol, phthalates, atau musk sintetis cenderung lebih mungkin menyebabkan reaksi kulit dibandingkan parfum yang diformulasikan untuk kulit sensitif, sehingga memilih produk dengan komposisi lebih sederhana dan diuji dermatologis menjadi langkah yang bijak sebelum penggunaan rutin.
Dengan memahami risiko dan memilih metode aplikasi yang lebih aman, orang dapat tetap menikmati aroma favoritnya tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit, serta mengurangi kemungkinan iritasi atau reaksi alergi jangka panjang yang tidak diinginkan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....