Stop Bau Ketiak, Mulai dari Cara Benar

  • 24 Jan 2026 07:55 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Siapa di sini yang pernah tiba-tiba mencium aroma ketiak sendiri? Tenang, kamu tidak sendirian. Keluhan ini paling sering masuk kategori bromhidrosis, yaitu bau badan yang muncul akibat aktivitas bakteri. Faktanya, keringat sebenarnya tidak berbau. Bau muncul ketika bakteri di kulit “memakan” protein dalam keringat, lalu menghasilkan gas yang aromanya… ya, cukup menantang hidung.

Masalahnya, banyak orang langsung mengandalkan deodorant tanpa benar-benar paham fungsinya. Deodorant pada dasarnya hanya memberi wangi dan sedikit efek antibakteri, tapi tidak menghentikan keringat. Kalau bau badan sudah tajam, deodorant sering kali “kalah perang” karena sumber masalahnya keringat dan bakteri masih aktif.

Berbeda dengan itu, antiperspirant bekerja lebih strategis. Kandungannya berupa aluminium salt yang menutup sementara saluran keringat. Saat keringat berkurang, bakteri pun kehilangan “makanan”. Hasilnya, bau badan bisa ditekan jauh lebih efektif dibanding deodorant biasa.

Selain itu, ada trik yang jarang diketahui tapi cukup ampuh, yaitu menggunakan benzoyl peroxide. Kandungan ini biasanya ada di sabun jerawat. Saat mandi, gunakan di area ketiak (bahkan bisa seluruh badan), diamkan 1–2 menit, lalu bilas. Benzoyl peroxide efektif membunuh bakteri hingga ke “akar”, sehingga bau badan bisa berkurang signifikan.

Pilihan lainnya adalah glycolic acid, biasanya berupa toner wajah. Gunakan 2–3 kali seminggu setelah mandi pada ketiak. Sifat asamnya membuat lingkungan kulit tidak ramah bagi bakteri. Dan satu tips penting yang sering terlewat: pakai antiperspirant di malam hari, bukan pagi hari. Saat ketiak kering di malam hari, antiperspirant punya waktu menyerap dan bekerja menutup kelenjar keringat, sehingga keesokan harinya kamu bisa bebas bau seharian

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....