Waspada! Sayuran Akar Ini Juga Punya Gula Tinggi

  • 19 Nov 2025 07:34 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu - Sayuran sering dianggap sebagai makanan 'bebas gula' dan selalu aman dikonsumsi dalam jumlah besar. Namun, bagi Anda yang sedang menjalani diet ketat karbohidrat atau mengelola kadar gula darah (glukosa), penting untuk mengetahui bahwa beberapa jenis sayuran, terutama sayuran akar dan umbi-umbian, memiliki kandungan gula alami dan pati yang relatif lebih tinggi dibandingkan sayuran hijau.

- Sayuran dengan Indeks Glikemik dan Pati Tinggi

Pati adalah bentuk karbohidrat kompleks. Saat dicerna, pati diubah menjadi gula (glukosa) yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Berikut adalah beberapa sayuran yang patut diwaspadai porsinya:

Sayuran

Kandungan Utama

Dampak pada Gula Dara

# Kentang

Pati Tinggi

Memiliki Indeks Glikemik (IG) sangat tinggi, terutama jika dimakan tanpa kulit atau dihaluskan (pure).

# Ubi Jalar

Pati & Gula Alami

Lebih baik dari kentang karena kaya serat, namun tetap mengandung gula dan pati yang cukup tinggi.

# Jagung

Pati Tinggi

Diklasifikasikan sebagai sayuran bertepung; dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

# Wortel

Gula Alami (Fruktosa)

Mengandung gula alami yang lebih tinggi dibandingkan sayuran hijau, meskipun IG-nya relatif sedang jika dimakan mentah.

# Bayam Amerika (Beetroot)

Gula Alami

Terkenal karena rasanya yang manis; mengandung salah satu kadar gula alami tertinggi di antara sayuran.

Penting untuk Diketahui: Sayuran jenis ini tidak perlu dihindari sepenuhnya karena mereka tetap kaya akan serat, vitamin, dan mineral penting. Namun, bagi penderita diabetes, kuncinya adalah pengendalian porsi.

-Kiat Konsumsi yang Bijak

Untuk menikmati manfaat nutrisi dari sayuran bertepung tanpa memicu lonjakan gula darah yang signifikan, terapkan tips berikut:

Kontrol Porsi: Batasi porsi sayuran bertepung (seperti kentang atau ubi jalar) menjadi seperempat dari piring Anda, sementara tiga perempat lainnya diisi dengan protein tanpa lemak dan sayuran non-tepung (seperti brokoli, kembang kol, atau sayuran hijau).

Dinginkan Setelah Dimasak: Memasak dan kemudian mendinginkan sayuran bertepung (seperti kentang atau nasi) dapat meningkatkan jumlah pati resisten, yaitu jenis serat yang dicerna lebih lambat dan memiliki efek yang lebih kecil pada gula darah.

Kombinasikan dengan Serat dan Lemak: Selalu konsumsi sayuran bertepung bersama dengan sumber lemak sehat (misalnya minyak zaitun) atau protein, karena kombinasi ini membantu memperlambat laju pencernaan dan penyerapan glukosa.

Walaupun demikian sayuran tetaplah makanan super. Cukup perhatikan jenis sayuran yang Anda pilih dan porsi yang Anda konsumsi, terutama jika Anda sensitif terhadap lonjakan gula darah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....