Fenomena Remaja Jompo: Anak Muda Gampang Masuk Angin
- 16 Okt 2025 15:58 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU – Istilah "remaja jompo" kini banyak digunakan untuk menggambarkan kondisi anak muda yang mudah masuk angin, sering pegal-pegal, mudah lelah, dan rentan mengalami gangguan kesehatan ringan. Padahal, di usia produktif, tubuh seharusnya masih bertenaga dan tahan banting. Fenomena ini memunculkan pertanyaan: mengapa anak muda zaman sekarang tampak lebih rapuh secara fisik?
Pola hidup sedentari (kurang gerak) menjadi penyebab utama. Banyak remaja menghabiskan waktu duduk terlalu lama di depan layar untuk belajar, bekerja, atau bersosialisasi secara digital. Minimnya aktivitas fisik memperlemah otot dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Tak hanya itu, gaya hidup begadang juga memperburuk daya tahan tubuh.
Selain itu, pola makan instan dan tidak seimbang turut mempercepat penurunan vitalitas. Konsumsi makanan cepat saji, kurang serat, serta jarang makan sayur dan buah membuat tubuh kekurangan nutrisi penting seperti vitamin D, zat besi, dan magnesium. “Kurang tidur, stres, dan pola makan tidak sehat bisa menurunkan imunitas dan menyebabkan tubuh gampang sakit, termasuk masuk angin,” dikutip dari laman Alodokter pada Kamis (16/10/2025).
Faktor stres dari tuntutan akademis atau sosial juga berkontribusi. Kelelahan mental bisa memicu keluhan fisik seperti nyeri kepala, otot tegang, bahkan gangguan pencernaan. Ini diperburuk dengan kebiasaan multitasking ekstrem dan minimnya waktu istirahat berkualitas.
Solusinya, remaja dianjurkan untuk berolahraga teratur, menjaga pola makan bergizi, tidur cukup 7–8 jam sehari, dan mengelola stres dengan aktivitas positif. Dengan gaya hidup seimbang, fenomena "remaja jompo" bisa dicegah agar generasi muda tetap sehat dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....