Alpukat Ternyata Tidak Bisa Dikonsumsi oleh Hewan
- 04 Sep 2025 20:39 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU - Seiring dengan kesadaran keamanan pangan, banyak yang bertanya: benarkah pokat yang selama ini dianggap aman bagi manusia tidak bisa dikonsumsi oleh hewan? Pertama-tama perlu dipahami bahwa setiap spesies memiliki sistem metabolisme dan kebutuhan nutrisi berbeda. Bahan pangan yang aman bagi manusia bisa saja mengandung zat antinutrisi atau toksin jika dikonsumsi oleh hewan tertentu.
Contohnya, dalam dunia peternakan terdapat banyak bahan yang ternyata berbahaya bagi hewan, padahal manusia mengonsumsinya tanpa masalah. Misalnya, daun ubi kayu segar mengandung sianida yang sangat berbahaya bagi sapi, kambing, dan domba jika tidak diolah terlebih dahulu dengan benar padahal secara budaya singkong kan biasa dikonsumsi manusia setelah dimasak. Hal ini menunjukkan bahwa validasi keamanan pangan terhadap hewan perlu dilakukan spesifik terhadap spesies dan bentuk olahannya.
Namun, belum ada literatur akademis atau praktis yang menyebut “pokat” sebagai bahan yang aman untuk manusia tapi tidak untuk hewan. Jika pokat merujuk pada pupuk organik cair (POC), misalnya, jelas itu bukan untuk konsumsi sama sekali bahkan berbahaya jika dikonsumsi manusia ataupun hewan, karena ditujukan sebagai nutrisi tanaman, bukan organisme yang tinggal di dalam. Pupuk organik cair memang dirancang untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kehidupan mikroorganisme tanah, bukan untuk dikonsumsi oleh hewan atau manusia.
Satu kutipan dari pakar keamanan pangan atau peternakan dapat memperjelas: “Makanan hewan tidak akan bisa menggantikan kebutuhan gizi manusia dan bahkan bisa memicu gangguan pencernaan jika dikonsumsi dalam jangka panjang,” sindir Dawn Jackson Blatner, ahli gizi dari American Dietetic Association (dikutip dari Hello Sehat pada Kamis (04/09/2025)). Ini menunjukkan bahwa meski ada bahan yang bagi satu spesies mungkin aman atau biasa digunakan kita tidak bisa langsung mengasumsikan bahwa aman atau sebaliknya jika untuk spesies lain.
Dengan demikian, meski istilah “pokat” belum jelas merujuk pada bahan spesifik, prinsip dasar yang berlaku adalah: kamu tidak bisa menyamaratakan keamanan bahan untuk satu spesies (manusia) dengan yang lain (hewan). Setiap substansi atau bahan harus dievaluasi berdasarkan sistem fisiologis masing-masing. Apabila kamu bisa menjelaskan lebih lanjut apa itu “pokat”, saya akan bantu membuat artikel yang lebih tepat sasaran dan ilmiah tentu tetap dalam format yang kamu minta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....