Fungsi Uterus dan Gangguan yang Bisa Menghambatnya

  • 14 Mei 2025 09:19 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Uterus atau rahim adalah organ penting dalam sistem reproduksi wanita. Bentuknya menyerupai buah pir terbalik dan terletak di antara kandung kemih serta rektum.

Fungsinya tidak hanya menjadi tempat tumbuh kembang janin, tetapi juga memegang peran besar dalam proses menstruasi. Namun, fungsinya bisa terganggu oleh berbagai kondisi, sehingga penting untuk menjaga kesehatannya secara menyeluruh.

Setiap bagian dari uterus memiliki peran masing-masing. Fundus adalah bagian paling atas yang terhubung ke tuba falopi. Di bawahnya ada korpus atau badan rahim, tempat menempelnya sel telur yang dibuahi. Isthmus merupakan penghubung antara korpus dan serviks, sedangkan serviks adalah bagian paling bawah yang langsung terbuka ke arah vagina.

Dalam siklus menstruasi, uterus mengalami perubahan secara berkala. Lapisan dalam rahim atau endometrium akan menebal setiap bulan untuk mempersiapkan kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, lapisan ini akan luruh dan keluar sebagai darah menstruasi.

Ketika sel telur dibuahi, ia akan menempel di dinding rahim dan berkembang menjadi janin. Rahim kemudian menjadi tempat janin mendapatkan nutrisi dan oksigen melalui plasenta sampai waktunya lahir. Saat persalinan, otot-otot rahim akan berkontraksi untuk membantu mendorong bayi keluar melalui vagina.

Sayangnya, fungsi uterus bisa terganggu oleh beberapa masalah kesehatan. Salah satunya adalah miom, yaitu tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim. Meski sering tidak bergejala, miom dapat menyebabkan perdarahan berlebihan dan nyeri panggul. Penyebabnya belum pasti, namun faktor hormonal dan genetik diduga berperan.

Endometriosis juga bisa mengganggu fungsi rahim. Pada kondisi ini, jaringan yang seharusnya tumbuh di dalam rahim malah tumbuh di luar, seperti di ovarium atau saluran tuba. Saat menstruasi, jaringan ini ikut menebal dan menyebabkan nyeri karena tidak bisa luruh keluar dari tubuh.

Infeksi seperti radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) juga dapat memengaruhi uterus. Infeksi ini biasanya berasal dari bakteri penyakit menular seksual yang naik dari vagina ke organ reproduksi bagian dalam, termasuk rahim. Gejalanya bisa berupa nyeri panggul, demam, dan nyeri saat buang air kecil.

Yang paling serius adalah kanker rahim. Kanker ini muncul akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali di dinding rahim. Gejalanya bisa berupa perdarahan tidak normal di luar siklus haid atau setelah menopause. Faktor risikonya meliputi ketidakseimbangan hormon, riwayat keluarga, dan obesitas.

Mengingat pentingnya peran uterus, menjaga kesehatannya harus menjadi prioritas. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan organ intim, mengganti pembalut secara rutin, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga teratur, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol. Seks yang aman dengan penggunaan kondom serta pemeriksaan rutin ke dokter juga sangat disarankan untuk mencegah dan mendeteksi gangguan sejak dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....