Hoax Kesehatan Dipercaya Masyarakat yang Perlu Diketahui
- 12 Mar 2025 21:41 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Di dunia kesehatan, sering kali kita mendengar berbagai mitos dan hoax yang beredar. dr. Tirta menyampaikan beberapa di antaranya bahkan dipercaya oleh banyak orang meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Berikut adalah tiga hoax kesehatan yang sering dipercaya, namun sebenarnya tidak benar:
1. Minum Air Es atau Air Dingin Bisa Bikin Gemuk
Salah satu mitos yang cukup banyak dipercaya adalah bahwa minum air es atau air dingin dapat menyebabkan kegemukan. Ada yang mengatakan bahwa air dingin membuat tubuh "terkejut" dan akhirnya mengumpulkan lemak untuk mengimbanginya. Padahal, ini adalah hoax yang tidak memiliki dasar ilmiah.
Faktanya, minum air dingin atau air es tidak akan menyebabkan penambahan berat badan. Air, apapun suhu-nya, tidak mengandung kalori. Tubuh kita memang akan sedikit bekerja lebih keras untuk menormalkan suhu air yang masuk, tetapi proses ini tidak cukup signifikan untuk menyebabkan penambahan lemak. Jika seseorang mengalami peningkatan berat badan, itu lebih disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat atau kurangnya aktivitas fisik, bukan karena kebiasaan minum air dingin.
2. Tidur di Lantai Bisa Membuat Paru-Paru Basah
Mitos lain yang cukup populer adalah bahwa tidur di lantai dapat menyebabkan paru-paru basah atau infeksi pernapasan. Banyak orang yang menghindari tidur di lantai karena khawatir akan terkena penyakit seperti pneumonia atau flu.
Namun, ini juga tidak benar. Paru-paru basah adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan pneumonia atau infeksi paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, bukan karena tidur di lantai. Tidur di lantai mungkin tidak nyaman dan bisa menyebabkan rasa sakit pada tulang punggung atau persendian, tetapi tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa hal itu bisa langsung menyebabkan infeksi paru-paru.
Jika kita tidur di tempat yang kotor atau lembab, itu bisa meningkatkan risiko infeksi pernapasan, tetapi ini lebih terkait dengan faktor kebersihan dan kondisi lingkungan, bukan posisi tidur itu sendiri.
3. Serangan Jantung Bisa Dikerokin
Hoax lain yang sering kita dengar adalah bahwa serangan jantung dapat diatasi dengan cara tradisional seperti dikerokin. Banyak orang yang percaya bahwa mengerok tubuh dengan koin atau benda keras lainnya bisa mengurangi gejala serangan jantung atau bahkan menghentikannya.
Padahal, serangan jantung adalah kondisi medis yang serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Mengerok tubuh saat seseorang mengalami serangan jantung justru bisa berbahaya dan mengalihkan perhatian dari penanganan medis yang tepat. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat, dan hanya perawatan medis seperti obat-obatan, prosedur operasi, atau tindakan medis lainnya yang dapat menyelamatkan nyawa.
Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala serangan jantung (nyeri dada, sesak napas, pusing, atau mual), segera hubungi layanan medis darurat tanpa menunda. Mengerok tubuh sama sekali tidak akan membantu dan bisa memperburuk kondisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....