Perbedaan Darah Rendah VS Kurang Darah
- 07 Feb 2025 21:56 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Pernah mendengar istilah tekanan darah rendah (Hipotensi) dan kurang darah (Anemia)? Seringkali istilah tersebut dianggap serupa karena gejalanya yang mirip, seperti lemas dan pusing. Namun, keduanya memiliki penyebab dan mekanisme yang berbeda. Berikut penjelasan mengenai perbedaan keduanya menurut dr. Jeremia Imannuel Siregar, BMedSc SpPd, dari RS Siloam Lippo Village.
Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)
Tekanan darah rendah terjadi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Hal ini berarti aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke organ tubuh tidak mencukupi. Penyebab hipotensi bisa meliputi dehidrasi, perdarahan, gangguan jantung, atau efek samping obat. Gejala yang sering muncul adalah pusing, lemas, pandangan berkunang-kunang, bahkan pingsan. Untuk mengatasi hipotensi, disarankan untuk minum banyak air putih, makan makanan bergizi, dan hindari berdiri terlalu cepat.
Kurang Darah (Anemia)
Anemia adalah kondisi di mana jumlah hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Penyebab anemia bisa karena kekurangan zat besi, kehilangan darah, atau gangguan produksi sel darah merah. Gejalanya termasuk lemas, pucat, mudah lelah, detak jantung cepat, dan sesak napas. Untuk mengatasi anemia, disarankan mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati ayam, dan sayuran hijau, serta mengonsumsi suplemen jika diperlukan.
Perbedaan utama antara hipotensi dan anemia terletak pada penyebabnya. Hipotensi berhubungan dengan tekanan darah yang terlalu rendah, sementara anemia berkaitan dengan kurangnya kemampuan darah untuk membawa oksigen. Meskipun keduanya memiliki gejala yang serupa, seperti lemas dan pusing, diagnosis dan pengobatannya sangat berbeda. Penting untuk memahami perbedaan antara keduanya agar dapat menangani kondisi dengan cara yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....