4 Faktor Penyebab Radang Tenggorokan yang Wajib Diketahui

  • 09 Des 2024 20:08 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Radang tenggorokan adalah kondisi umum yang dapat mengganggu kenyamanan sehari-hari. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan radang tenggorokan, berdasarkan penelitian dari berbagai jurnal medis. Berikut adalah penyebab utama radang tenggorokan

1. Infeksi virus

Infeksi virusadalah penyebab utama dari radang tenggorokan, yang sering kali disebabkan oleh virus seperti virus flu atau common cold. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Infectious Diseases (2019), sekitar 90% kasus radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus. Virus ini dapat merusak jaringan tenggorokan, mengakibatkan rasa sakit dan gatal .

2. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri, terutama yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes, juga dapat memicu radang tenggorokan. Penelitian di Journal of Clinical Microbiology (2020) menunjukkan bahwa infeksi ini sering kali membutuhkan antibiotik untuk mencegah komplikasi serius seperti demam rematik atau radang ginjal .

3. Iritasi Lingkungan

Paparan iritasi lingkungan, seperti polusi udara, asap rokok, atau partikel kimia, dapat merangsang tenggorokan dan menyebabkan radang. Menurut penelitian dalam Environmental Health Perspectives (2018), iritasi kronis dari lingkungan dapat memicu peradangan pada tenggorokan serta gejala-gejala lainnya seperti batuk dan tenggorokan kering .

4. Penggunaan Suara yang Berlebihan atau Tidak Tepat

Penggunaan suara yang berlebihan, seperti berbicara atau bernyanyi terlalu keras, dapat menyebabkan ketegangan pada pita suara dan radang tenggorokan. Menurut jurnal Voice (2017), berbicara atau bernyanyi dengan volume yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada tenggorokan .

Radang tenggorokan sering kali bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan pengobatan untuk mengatasi penyebab utama dan meredakan gejala. Jika gejala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan lebih lanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....