Serba-Serbi Jerawat, Dari Pencegahan Hingga Pengobatannya
- 30 Sep 2024 09:13 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Jerawat, yang juga dikenal sebagai acne vulgaris, adalah masalah kulit yang dapat dialami oleh siapa saja, tetapi biasanya muncul pertama kali selama masa pubertas, yaitu antara usia 10 hingga 18 tahun. Kondisi ini lebih umum dan cenderung lebih parah pada remaja laki-laki dan individu dengan kulit berminyak.
Jerawat merupakan masalah kulit yang sangat umum, terutama di kalangan orang berusia 11 hingga 30 tahun, dan hampir setiap orang pernah mengalaminya.
Penyebab dan Gejala Jerawat
Jerawat disebabkan oleh penyumbatan pada pori-pori kulit, khususnya di folikel rambut. Di dalam folikel ini terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) yang berfungsi untuk memproduksi sebum, yang menjaga kelembapan dan melindungi kulit. Jerawat muncul ketika saluran keluar minyak tersumbat akibat produksi minyak yang berlebihan, penumpukan sel-sel kulit mati, atau infeksi bakteri.
Jerawat biasanya muncul sebagai bintik komedo atau benjolan pada area kulit yang banyak memiliki folikel rambut, seperti wajah, hidung, leher, bahu, dada, dan punggung. Bentuk dan ukuran jerawat bervariasi tergantung tingkat keparahannya, mulai dari komedo hitam atau putih, benjolan kecil kemerahan (papula dan pustula), hingga benjolan besar berisi nanah (kista). Komedo biasanya tidak nyeri, sedangkan jerawat berukuran besar bisa menimbulkan rasa sakit saat disentuh, dan terkadang juga muncul di dahi atau jidat.
Pengobatan dan Pencegahan Jerawat
Pengobatan jerawat disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisinya. Terdapat dua jenis pengobatan: obat untuk mengatasi atau menghilangkan jerawat, dan terapi estetika untuk memperbaiki penampilan kulit. Obat jerawat dapat berupa krim yang mengandung tretinoin atau benzoyl peroxide, isotretinoin, antibiotik oral, serta terapi hormonal.
Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1. Obat jerawat
Penggunaan obat jerawat disesuaikan dengan jenis jerawat dan kondisi pasien. Umumnya, obat jerawat berupa salep yang mengandung bahan seperti benzoil peroksida, tretinoin, adapalene, asam azaleat, antibiotik topikal, dan nicotinamide.
2. Antibiotik
Antibiotik dapat digunakan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat, meredakan kemerahan dan pembengkakan, serta mencegah perkembangan bakteri. Antibiotik tersedia dalam bentuk salep atau oral.
3. Terapi fotodinamik
Terapi ini melibatkan pengolesan larutan khusus pada area berjerawat, kemudian dokter akan menggunakan laser untuk menghilangkan jerawat.
4. Cara alami
Beberapa metode alami untuk mengatasi jerawat meliputi:
o Menggunakan minyak tea tree
o Mengoleskan gel lidah buaya
o Mengompres dengan teh hijau
o Menggunakan masker belerang
o Mengompres dengan es batu
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bekas jerawat meliputi:
1. Perawatan medis
Terapi laser, chemical peeling, mikrodermabrasi, dan dermabrasi dapat membantu memperbaiki penampilan bekas jerawat yang tidak terlalu dalam.
2. Produk perawatan kulit
Gunakan produk yang mengandung bahan pencerah, serum vitamin C, atau ekstrak biji anggur.
3. Masker wajah
Gunakan masker yang mengandung tanah liat atau arang untuk mengangkat kotoran dan minyak berlebih.
4. Bahan alami
Manfaatkan gel lidah buaya, alpukat, atau minyak rosehip.
5. Cara lain
Lakukan eksfoliasi secara rutin, gunakan tabir surya, dan hindari memencet jerawat.
Selain itu, Anda juga bisa melakukan langkah-langkah lain untuk mengatasi jerawat, seperti: rutin membersihkan peralatan kosmetik, memilih produk kosmetik non-comedogenic, menggunakan pelembap non-comedogenic, menghindari memencet atau menyentuh jerawat, serta tidak menggosok wajah dengan kain atau sarung tangan kasar.
(*dilansir dari berbagai sumber)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....