Menelusuri Semangat Hari Rasa Syukur Sedunia 2026
- 22 Sep 2026 07:10 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Hari Rasa Syukur Sedunia diperingati setiap tanggal 21 September dan bermula dari usulan peserta PBB pada tahun 1965, secara resmi dirayakan sejak 1966.
- Pada tahun 2026, perayaan berfokus pada pentingnya kesehatan mental melalui kebiasaan berterima kasih, karena rasa syukur terbukti menurunkan stres dan meningkatkan kebahagiaan.
- Masyarakat didorong mengekspresikan penghargaan kepada keluarga, teman, dan rekan kerja, serta memanfaatkan momentum untuk berbagi kebaikan dan menjaga kesadaran ekologis.
RRI.CO.ID, Bengkulu –Hari Rasa Syukur Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 September menjadi momentum penting untuk menghargai berbagai kebaikan dalam hidup. Perayaan global ini mengajak seluruh masyarakat untuk meluangkan waktu sejenak dan merenungkan anugerah yang telah diterima.
Dikutip dari laman nationaltoday.com, sejarah peringatan ini bermula pada tahun 1965 ketika sekelompok peserta di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusulkan hari khusus untuk bersyukur. Setahun berselang, tepatnya pada tahun 1966, gagasan tersebut resmi dirayakan oleh berbagai negara di penjuru dunia.
Pada tahun 2026 ini, perayaan tersebut berfokus pada pentingnya menjaga kesehatan mental melalui kebiasaan berterima kasih setiap hari. Para ahli psikologi menilai bahwa rasa syukur mampu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan kebahagiaan batin seseorang.
Masyarakat dari berbagai kalangan didorong untuk mengekspresikan penghargaan kepada keluarga, teman, maupun rekan kerja secara tulus. Tindakan sederhana seperti mengucapkan terima kasih terbukti ampuh dalam mempererat hubungan sosial di tengah kesibukan modern.
Banyak komunitas global yang memanfaatkan momen ini untuk berbagi kebaikan kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan. Kegiatan amal tersebut mencerminkan esensi sejati dari rasa syukur yang diwujudkan melalui aksi kepedulian nyata.
Refleksi tahunan ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa menghargai alam serta lingkungan tempat kita tinggal bersama. Kesadaran ekologis ini tumbuh dari rasa terima kasih atas sumber daya bumi yang menopang kelangsungan hidup umat manusia.
Melalui Hari Rasa Syukur Sedunia 2026, kita diingatkan bahwa apresiasi kecil dapat membawa perubahan besar bagi keharmonisan global. Budaya saling menghargai ini diyakini mampu membangun dunia yang lebih damai, positif, dan penuh kepedulian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....