Sejarah dan Makna Hari Perdamaian Internasional 2026
- 21 Sep 2026 09:36 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Hari Perdamaian Internasional yang diperingati setiap 21 September pertama kali didirikan oleh General Assembly PBB pada tahun 1981 dan ditetapkan sebagai periode anti-kekerasan serta gencatan senjata pada tahun 2001.
- Tema resmi PBB tahun 2026 'Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day' menekankan bahwa investasi dalam perdamaian merupakan landasan krusial untuk mengatasi tantangan kemanusiaan dan menciptakan lingkungan yang aman.
RRI.CO.ID, Bengkulu - Hari Perdamaian Internasional yang jatuh setiap tanggal 21 September kini telah berkembang menjadi gerakan penting di seluruh dunia. Berbagai rangkaian sejarah dan linimasa menunjukkan bagaimana perayaan ini bertransformasi untuk memberdayakan warga biasa dalam membangun perdamaian.
Dikutip dari laman un.org, peringatan global ini pertama kali didirikan pada tahun 1981 oleh General Assembly (Majelis Umum) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dua dekade kemudian, tepatnya pada tahun 2001, Majelis Umum secara bulat menetapkan hari tersebut sebagai periode anti-kekerasan dan gencatan senjata.
Pada tahun 2026 ini, PBB mengangkat tema resmi “Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day”. Tema tersebut menegaskan bahwa investasi dalam perdamaian merupakan landasan krusial untuk mengatasi berbagai tantangan kemanusiaan.
PBB memberikan penghormatan khusus kepada para arsitek perdamaian sehari-hari yang menggerakkan aksi di tingkat lokal. Masyarakat dari berbagai kalangan didorong untuk mengambil tindakan nyata demi menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan.
Gagasan investasi perdamaian mencakup pengalaman hidup berupa keselamatan, martabat, kesempatan, serta kerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu di mana pun berada diajak untuk berkontribusi melalui langkah-langkah kecil seperti membantu sesama atau menyuarakan perubahan positif.
Tradisi global seperti pemukulan Lonceng Perdamaian PBB yang ditempa dari sumbangan koin berbagai negara terus menjadi simbol abadi diplomasi. Berbagai kegiatan edukatif, termasuk diskusi pemuda lintas generasi, turut diselenggarakan untuk memperkuat komitmen bersama.
Melalui momentum tahun 2026 ini, masyarakat dunia diingatkan bahwa perdamaian bukan sekadar wacana di ruang konferensi melainkan tanggung jawab harian. Kolaborasi global yang konsisten diyakini mampu mewujudkan masa depan bumi yang harmonis dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....