Menguak Misteri Laut Purba yang Mengering Jadi Gurun Sahara
- 13 Sep 2026 10:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Jutaan tahun lalu, kawasan yang kini kita kenal sebagai Gurun Sahara merupakan wilayah lautan purba bernama Samudera Tethys. Keberadaan lautan yang sangat luas ini menutupi sebagian besar wilayah Afrika Utara hingga kawasan Timur Tengah saat ini.
Pergeseran lempeng tektonik bumi secara perlahan mendorong daratan melipat dan menutup jalur perairan raksasa tersebut. Proses geologi selama kurun waktu ribuan milenium ini akhirnya mengubah ekosistem perairan menjadi bentang alam daratan.
Penyusutan Air dan Perubahan Iklim
Seiring mengeringnya Samudera Tethys, perubahan iklim global yang drastis mulai mengikis sisa-sisa air di kawasan tersebut. Penguapan tinggi yang berlangsung terus-menerus mengubah dasar laut purba menjadi hamparan tanah yang sangat gersang.
Vegetasi tropis yang sempat tumbuh di sekitar pesisirnya perlahan lenyap akibat penurunan curah hujan secara drastis. Fenomena alam ini akhirnya melahirkan gurun pasir terbesar di dunia yang kini membentang tanpa batas.
Bukti Fosil di Tengah Padang Pasir
Salah satu bukti paling nyata dari keberadaan laut purba ini dapat ditemukan di situs Wadi Al-Hitan, Mesir. Lembah ini menyimpan ribuan fosil paus purba jenis Basilosaurus yang terawetkan dengan sangat baik di dasar padang pasir.
Penemuan kerang laut dan terumbu karang purba di tengah gurun semakin memperkuat bukti sejarah geologi wilayah tersebut. Para peneliti terus menemukan penyingkapan sedimentasi laut purba yang terhampar luas di atas batuan gurun.
Pelajaran Berharga Bagi Masa Depan
Transformasi dramatis dari lautan dalam menjadi gurun gersang memperlihatkan betapa dinamisnya siklus iklim di Planet Bumi. Perubahan ekstrem ini menjadi peringatan ilmiah mengenai dampak pergeseran lingkungan terhadap keberlangsungan makhluk hidup.
Pemahaman atas sejarah Samudera Tethys membantu para ahli memperkirakan potensi perubahan bentang alam di masa mendatang. Melalui studi geologi ini, manusia dapat lebih menghargai proses alam yang terus membentuk wajah bumi kita.
Sumber
UNESCO World Heritage Centre – Wadi Al-Hitan (Whale Valley)
Nature Geoscience – The evolution and closure of the Tethys Ocean
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....