Waspadai Bahaya Manipulasi Teknologi DeepFake di Era Digital

  • 10 Sep 2026 07:15 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan kini mampu meniru wajah, suara, hingga gerak-gerik seseorang secara sangat presisi. Inovasi canggih ini dikenal luas sebagai teknologi DeepFake yang dapat memanipulasi konten digital dengan sangat akurat.

Bentuk manipulasi ini muncul melalui fitur Face Clone, Voice Clone, hingga teknik Body Swap yang membahayakan. Teknologi DeepFake kerap disalahgunakan oknum kejahatan untuk pencurian identitas hingga jebol verifikasi biometrik pada pelbagai sistem.

Modus penipuan daring kini sering memanfaatkan tiruan suara kerabat untuk meminta uang dana transfer secara mendesak. Selain itu, konten video rekayasa juga dipakai memfitnah serta menyebarkan hoaks pencemaran nama baik di masyarakat.

Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda konten rekayasa seperti gerakan bibir dan suara yang sering tidak sinkron. Kedipan mata yang kaku serta intonasi suara robotik tanpa emosi alami menjadi petunjuk utama manipulasi.

Pemeriksaan profil pengunggah konten sangat penting karena akun penipu biasanya bersifat anonim tanpa jejak digital. Langkah kroscek informasi secara mendalam harus dilakukan sebelum Anda terlanjur panik menghadapi panggilan telepon mencurigakan.

Masyarakat diimbau selalu menerapkan prinsip saring sebelum membagikan informasi apapun ke berbagai grup media sosial. Langkah pencegahan dini ini efektif melindungi keluarga terdekat dari ancaman kerugian finansial akibat penipuan digital.

Kementerian Komunikasi dan Digital terus mengedukasi publik agar semakin bijak merespons perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Mari tingkatkan kewaspadaan bersama demi menjaga keamanan ekosistem digital Indonesia dari bahaya manipulasi informasi maya.

Sumber: Komdigi IG

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....