Mengenalkan Huruf pada Balita, Bisa lewat Bermain

  • 13 Agt 2026 13:17 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, BENGKULU — Mengenalkan huruf kepada balita sebaiknya dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak membuat anak merasa sedang diuji. Tenaga pendidik anak usia dini menyarankan agar orang tua memanfaatkan aktivitas bermain, bernyanyi, bercerita dan benda-benda di sekitar sebagai bagian dari proses mengenalkan huruf.

Salah satunya penelitian dalam Jurnal Pendidikan Edukasi Anak tahun 2025 yang menemukan bahwa permainan kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4–6 tahun. Metode tersebut juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong anak lebih aktif berpartisipasi.

Salah satu cara sederhana adalah memperkenalkan huruf yang dekat dengan kehidupan anak, misalnya A untuk Ayah, B untuk Bola atau M untuk Mama. Cara ini membantu anak menghubungkan bentuk huruf dengan orang, benda atau kata yang sudah mereka kenal sehingga proses belajar terasa lebih mudah.

Penelitian di Journal of Early Childhood and Character Education menunjukkan bahwa bermain kartu kata dapat membantu meningkatkan kemampuan mengenal huruf sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan. Media kartu huruf juga dapat digunakan sebagai permainan bersama orang tua.

Mengenalkan huruf juga bisa dilakukan sambil bernyanyi karena anak biasanya lebih tertarik pada kegiatan yang melibatkan irama dan gerakan. Penelitian tentang pembelajaran anak usia dini menunjukkan bahwa kombinasi kartu huruf dan bernyanyi dapat membantu meningkatkan minat serta pemahaman anak terhadap huruf.

Buku cerita dapat menjadi media lain yang sederhana untuk mengenalkan alfabet tanpa membuat anak merasa sedang belajar. Saat membaca, orang tua bisa menunjuk huruf tertentu dalam judul atau nama tokoh kemudian mengajak anak menyebutkan huruf tersebut secara perlahan.

Orang tua juga dapat mengajak anak bermain berburu huruf di lingkungan rumah, misalnya mencari huruf A pada kemasan makanan, kalender, buku atau papan nama. Permainan seperti ini membuat anak memahami bahwa huruf tidak hanya terdapat pada buku belajar, tetapi juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika anak masih tertukar membedakan huruf seperti b, d, p dan q, orang tua tidak perlu langsung khawatir atau memarahi anak. Anak membutuhkan waktu dan pengulangan untuk mengenali bentuk huruf, sehingga pendampingan yang sabar jauh lebih penting daripada memaksa anak menghafalkan alfabet dalam waktu singkat.

Pada akhirnya, mengenalkan huruf kepada balita bukan tentang seberapa cepat anak mampu membaca, tetapi bagaimana membangun pengalaman positif terhadap kegiatan literasi sejak dini. Dengan bermain, bernyanyi, membaca dan berinteraksi secara rutin, orang tua dapat membantu anak mengenal huruf sekaligus menumbuhkan rasa senang terhadap kegiatan belajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....