Monitor 144Hz atau 240Hz, Benarkah Mata Bisa Merasakan Bedanya?
- 03 Agt 2026 12:29 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Monitor 144Hz dinilai cukup untuk kebutuhan umum, sementara 240Hz lebih relevan bagi gamer kompetitif dengan perangkat yang mendukung.
- Mata manusia jelas bisa membedakan monitor 60Hz dengan 144Hz ke atas, namun sulit membedakan 144Hz dengan 360Hz secara konsisten.
- Peningkatan performa membidik dan merespons objek bergerak tidak signifikan lagi setelah melewati refresh rate 144Hz.
RRI.CO.ID, Bengkulu - Perdebatan soal refresh rate monitor kembali mencuat di kalangan gamer dan kreator konten seiring semakin mudahnya monitor berkecepatan tinggi, mulai dari 144Hz hingga 360Hz ditemukan di pasaran. Pertanyaannya, apakah mata manusia benar-benar bisa membedakan antara monitor 144Hz dan 240Hz, atau perbedaan itu hanya soal angka di atas kertas?
Pertanyaan ini coba dijawab lewat sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Social Sciences & Humanities Open pada 2026. Dalam studi tersebut, peneliti melibatkan 101 pemain gim first-person shooter (FPS) untuk menguji kemampuan mereka membedakan tingkat refresh rate, sekaligus melihat pengaruhnya terhadap performa bermain.
Hasilnya, para peserta memang bisa merasakan perbedaan yang jelas saat beralih dari monitor 60Hz ke 144Hz atau lebih tinggi. Peningkatan ini juga berdampak nyata pada performa mereka dalam membidik sasaran dan merespons objek yang bergerak cepat di layar.
Namun ceritanya berbeda ketika monitor 144Hz dibandingkan langsung dengan 360Hz, di mana sebagian besar pemain kesulitan membedakan tingkat kehalusan gambar secara konsisten. Peneliti bahkan tidak menemukan peningkatan performa berarti dalam tugas membidik setelah melewati ambang 144Hz, sehingga manfaat tambahan dari refresh rate yang jauh lebih tinggi cenderung semakin tipis.
Temuan ini sejalan dengan hasil riset lain yang terbit di jurnal Cognitive Research: Principles and Implications pada 2025, yang mengungkap bahwa refresh rate tinggi memang membantu meningkatkan kenyamanan visual dan mengurangi motion blur. Akan tetapi, kemampuan seseorang menyadari perbedaan refresh rate juga sangat dipengaruhi oleh fokus perhatian dan jenis aktivitas yang sedang dilakukan di depan layar.
Lantas, monitor mana yang sebaiknya dipilih? Bagi pengguna umum yang aktivitasnya lebih banyak untuk bekerja, belajar, atau menonton konten multimedia, monitor 144Hz sudah lebih dari cukup untuk memberikan pengalaman visual yang mulus. Sementara itu, monitor 240Hz baru terasa manfaatnya bagi pemain gim kompetitif yang membutuhkan respons visual dan input secepat mungkin—dengan catatan, perangkat komputer yang digunakan juga harus mampu menghasilkan frame rate yang sebanding.
Terlepas dari hasil penelitian tersebut, para peneliti mengingatkan bahwa refresh rate bukan satu-satunya faktor penentu kualitas pengalaman menggunakan monitor. Resolusi layar, waktu respons (response time), akurasi warna, hingga kemampuan komputer menghasilkan frame per detik (FPS) yang tinggi, semuanya turut menentukan kenyamanan dan performa pengguna secara keseluruhan.
Referensi:
1. Kelly, T., dkk. (2026). Monitor refresh rate impacts FPS video gamers' perceptions of display "smoothness" and target acquisition performance. Social Sciences & Humanities Open, Volume 13.
2. Cho, J., dkk. (2025). Effect of multi-refresh-rate method on user experience: sustained attention and inattentional blindness. Cognitive Research: Principles and Implications.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....