Keajaiban Fisika di Balik Kubah "Melayang" Hagia Sophia

  • 24 Jul 2026 15:24 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Hagia Sophia di Istanbul berdiri sebagai salah satu mahakarya arsitektur paling fenomenal dalam sejarah manusia karena kubah utamanya yang tampak seolah melayang tanpa penopang tengah. Keajaiban visual ini tidak lahir dari sihir, melainkan hasil penerapan prinsip fisika dan teknik sipil yang sangat cerdas pada abad ke-6.

Rasia utama kekuatan kubah ini terletak pada penggunaan struktur segitiga melengkung yang dikenal sebagai pendentive. Elemen fisika ini berhasil mendistribusikan beban gravitasi kubah yang bulat secara merata ke empat pilar penyangga utama di bawahnya.

Secara mekanika, kubah menghasilkan gaya dorong lateral atau tekanan ke samping yang sangat besar yang berpotensi meruntuhkan dinding. Untuk meminimalkan risiko tersebut, para arsitek menambahkan dua kubah setengah lingkaran di sisi timur dan barat sebagai penyerap gaya dorong horizontal.

Bahan bangunan yang digunakan juga dipilih secara cermat demi mengontrol massa dan distribusi gaya tekan. Penggunaan batu bata ringan khusus dari Rhodes serta adukan semen pozzolana fleksibel membuat kubah mampu menahan beban fisik tanpa mudah retak.

Cahaya matahari yang masuk melalui 40 jendela di dasar kubah menciptakan ilusi optik seolah struktur raksasa itu mengapung di udara. Secara fisika, keberadaan celah-celah jendela tersebut sebenarnya juga berfungsi mengurangi berat total massa bahan di dasar kubah.

Ketahanan Hagia Sophia melintasi ribuan tahun di wilayah rawan gempa bumi ditopang oleh sifat fleksibilitas elastis dari mortar kunonya. Mortar yang mengandung bahan organik ini mampu menyerap getaran seismik tanpa kehilangan integritas struktur utamanya.

Integrasi antara hukum gravitasi, distribusi gaya, dan ilmu material menjadikan Hagia Sophia bukti nyata keunggulan rekayasa fisika zaman kuno. Kombinasi sains dan seni ini terbukti mampu mempertahankan keagungan kubah melayang tersebut hingga hari ini.

Sumber
  • Mainstone, R. J. (1988): Hagia Sophia: Architecture, Structure, and Liturgy of Justinian's Great Church. Thames & Hudson.
  • Mark, R., & Çakmak, A. S. (1992): Mechanical Tests of Material from the Hagia Sophia Istanbul. Princeton University / Dumbarton Oaks Papers.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....