Jangan Asal Percaya AI, Pentingnya Tetap Berpikir Kritis
- 20 Jul 2026 10:00 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari membantu mengerjakan tugas, mencari ide, hingga menyusun dokumen, AI menawarkan kemudahan yang membuat banyak orang bergantung pada teknologi tersebut.
Menurut Prof. Ethan Mollick, pakar inovasi dan kecerdasan buatan dari The Wharton School, University of Pennsylvania, AI merupakan alat yang sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas. Namun, ia menegaskan bahwa hasil yang diberikan AI tetap perlu diperiksa karena teknologi ini dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi belum tentu benar.
Hal senada disampaikan UNESCO dalam dokumen Guidance for Generative AI in Education and Research. UNESCO mengingatkan bahwa pengguna tidak boleh menerima begitu saja setiap jawaban AI, melainkan harus melakukan verifikasi melalui sumber yang kredibel dan menggunakan penilaian manusia sebelum mengambil keputusan.
Sementara itu, American Psychological Association (APA) menilai kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting di era kecerdasan buatan. Masyarakat didorong untuk tetap menganalisis, membandingkan berbagai sumber informasi, serta memahami konteks agar tidak mudah terjebak pada informasi yang keliru atau menyesatkan.
Para ahli juga mengingatkan bahwa terlalu bergantung pada AI dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah secara mandiri. Jika setiap persoalan langsung diserahkan kepada AI tanpa proses berpikir, kemampuan analisis, kreativitas, dan pengambilan keputusan berpotensi menurun seiring waktu.
Selain itu, pengguna perlu berhati-hati saat memasukkan data pribadi atau informasi rahasia ke dalam layanan AI. National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris menyarankan masyarakat untuk tidak membagikan data sensitif karena informasi tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan dan privasi apabila tidak dikelola dengan baik.
AI dapat menjadi mitra yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara bijak. Para pakar sepakat bahwa teknologi ini sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat pekerjaan, sementara keputusan akhir tetap harus didasarkan pada kemampuan berpikir kritis, verifikasi fakta, dan pertimbangan manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....