Memilih Buku Anak: Biar Tidak Sekadar Dibaca, tapi Berkesan
- 11 Jul 2026 12:09 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Memilih buku bacaan untuk anak itu sebenarnya mirip seperti memilih tontonan favorit mereka—harus pas, menarik, dan bikin betah. Di tengah gempuran gadget dan video singkat, buku tetap punya peran penting untuk membentuk cara anak berpikir, berimajinasi, dan memahami dunia di sekitarnya. Makanya, orang tua nggak bisa asal ambil buku di rak, lalu berharap anak langsung suka membaca.
Menurut penelitian yang ditulis oleh Fiqih Maulidi dan tim dalam jurnal pendidikan, pemilihan buku anak sebaiknya disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka, bukan sekadar ikut tren atau karena bukunya lagi viral. Buku yang terlalu sulit justru bikin anak cepat menyerah, sementara yang terlalu sederhana juga bikin mereka cepat bosan. Jadi, penting banget menemukan buku yang “pas di levelnya” supaya anak merasa nyaman saat membaca (Maulidi, dkk., 2026).
Selain itu, faktor minat juga nggak kalah penting. Dalam jurnal Pedagogia, Tati Lathipatud Durriya dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa anak akan jauh lebih terlibat dalam kegiatan membaca kalau buku yang dipilih sesuai dengan apa yang mereka suka. Misalnya, kalau anak lagi senang dengan dunia hewan, buku tentang petualangan binatang bisa jadi pilihan yang tepat. Dengan begitu, membaca bukan lagi aktivitas yang dipaksa, tapi jadi sesuatu yang menyenangkan (Durriya, dkk., 2026).
Buku anak yang bagus juga bukan cuma soal cerita seru, tapi juga punya manfaat yang lebih luas. I Gusti Made Sutrisna dalam kajiannya menyebutkan bahwa buku bisa membantu mengembangkan kemampuan berpikir, memperkaya kosa kata, sampai menumbuhkan imajinasi anak. Bahkan, lewat cerita sederhana, anak bisa belajar banyak hal tentang kehidupan, mulai dari nilai kejujuran sampai rasa empati terhadap orang lain (Sutrisna, 2023).
Hal ini juga diperkuat oleh Susi Hardila Latuconsina yang menekankan bahwa tidak semua bacaan cocok untuk anak. Buku yang baik seharusnya mengandung nilai-nilai positif yang bisa membentuk karakter, seperti tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian. Jadi, selain seru, buku juga punya “isi” yang bisa jadi bekal anak dalam kehidupan sehari-hari (Latuconsina, 2022).
Pada akhirnya, memilih buku anak itu bukan soal harga mahal atau tampilan yang lucu saja, tapi tentang bagaimana buku tersebut bisa terhubung dengan anak. Ketika buku yang dipilih tepat, anak bukan hanya membaca, tapi juga menikmati, memahami, dan bahkan belajar tanpa merasa sedang belajar. Dari situlah kebiasaan membaca bisa tumbuh secara alami, dan buku benar-benar jadi jendela dunia bagi mereka.
Sumber:
Maulidi, F., dkk. (2026). Strategi Pemilihan Koleksi Buku Anak untuk Menumbuhkan Minat Baca.
Durriya, T. L., dkk. (2026). Interactive Read Aloud and Book Selection in Primary Literacy.
Sutrisna, I. G. M. (2023). Strategi Perpustakaan dalam Memilih Buku Bacaan Anak.
Latuconsina, S. H. (2022). Pemilihan Bahan Bacaan Sastra Anak dalam Penanaman Nilai Karakter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....