Benarkah Teknologi AI Menggunakan Air dalam Jumlah Besar?

  • 17 Jun 2026 15:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Perkembangan teknologi AI ternyata tidak hanya membutuhkan energi listrik yang besar tetapi juga memerlukan air dalam jumlah cukup banyak. Air digunakan terutama untuk membantu sistem pendingin pusat data atau data center yang menjalankan berbagai model kecerdasan buatan.

Dilansir dari laman Universitas Negeri Surabaya, server yang bekerja tanpa henti menghasilkan panas tinggi sehingga memerlukan sistem pendinginan agar tetap beroperasi secara optimal. Salah satu metode pendinginan yang digunakan adalah memanfaatkan air untuk menjaga suhu perangkat tetap stabil.

Semakin banyak pengguna yang memanfaatkan layanan AI maka semakin besar pula kebutuhan komputasi yang harus disediakan perusahaan teknologi. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan energi dan air untuk mendukung operasional pusat data.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam skala besar memang memiliki jejak lingkungan yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu perusahaan teknologi mulai mencari cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Berbagai inovasi pendinginan ramah lingkungan kini terus dikembangkan guna mengurangi konsumsi air pada pusat data modern. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan lingkungan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Meski demikian, kebutuhan air setiap pusat data berbeda tergantung lokasi, teknologi yang digunakan, serta kapasitas operasionalnya. Tidak semua sistem AI memiliki tingkat konsumsi air yang sama.

Para pengamat menilai transparansi penggunaan sumber daya menjadi penting agar masyarakat memahami dampak lingkungan dari perkembangan teknologi digital. Kesadaran ini diharapkan mendorong inovasi yang lebih berkelanjutan di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....