Hari Ini, Sejarah Pertama Kali Rekaman Suara Dibuat

  • 09 Apr 2026 10:06 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Sejarah teknologi rekaman suara mengalami peninjauan ulang setelah terungkap bahwa penemu pertama alat perekam suara bukanlah Thomas Alva Edison. Sosok yang berjasa tersebut adalah Édouard-Léon Scott de Martinville, seorang ilmuwan asal Prancis.

Mengutip dari National Park Servise (nps.gov), Scott menciptakan alat bernama phonautograph pada tahun 1857, sekitar dua dekade sebelum Edison memperkenalkan fonograf. Alat ini mampu merekam gelombang suara dengan cara menggoreskan getaran pada permukaan yang dilapisi jelaga.

Berbeda dengan fonograf milik Edison, phonautograph tidak dirancang untuk memutar kembali suara. Tujuan utama penemuan ini adalah untuk mempelajari karakteristik suara secara visual, seperti tinggi nada dan intensitas.

Ide penemuan tersebut muncul pada awal 1850-an ketika Scott terinspirasi oleh konsep fotografi. Ia membayangkan bahwa suara juga dapat “ditangkap” seperti halnya gambar dengan meniru cara kerja telinga manusia.

Pengembangan alat ini didukung oleh lembaga ilmiah di Prancis sehingga mampu merekam suara lebih lama menggunakan silinder berputar. Pada tahun 1860, Scott berhasil merekam suara manusia yang kini dianggap sebagai rekaman suara tertua dalam sejarah.

Namun, karena tidak dapat diputar kembali, penemuan tersebut sempat kurang mendapat pengakuan luas. Baru pada tahun 2008, rekaman itu berhasil diubah menjadi suara digital oleh para peneliti.

Temuan tersebut membuktikan bahwa phonautograph benar-benar mampu merekam suara secara nyata. Hal ini juga mendorong peninjauan ulang terhadap peran Edison dalam sejarah teknologi rekaman.

Kini, Scott diakui sebagai orang pertama yang berhasil merekam suara, sementara Edison dikenal sebagai penemu alat yang dapat merekam sekaligus memutar suara. Dengan demikian, sejarah mencatat bahwa teknologi ini berkembang melalui kontribusi keduanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....