Ancaman Krisis Air Bersih Dampak Dari Teknologi AI

  • 29 Jan 2026 09:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu- Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) disebut membawa dampak terhadap kebutuhan sumber daya air bersih secara global. Pemanfaatan big data membutuhkan pusat data dengan ribuan perangkat komputasi yang harus didinginkan secara terus-menerus, sehingga berkontribusi pada peningkatan konsumsi air.

Selain sistem komputasi, aktivitas operasional dan sumber daya manusia di pusat teknologi juga turut memerlukan pasokan air dalam jumlah besar. Pendinginan perangkat berkapasitas tinggi umumnya tidak hanya mengandalkan sistem udara, tetapi juga menggunakan teknologi pendingin berbasis air.

Dosen Teknik Informatika, Dandi Sunardi, menekankan adanya keterkaitan antara operasional data dan konsumsi air. “Teknologi AI memerlukan teknologi pendingin khusus yang membutuhkan air, lalu manusianya sebagai sumber daya yang mengoperasikannya juga membutuhkan air dalam jumlah yang tidak sedikit,” ujar Dandi, pada 28 Januari 2026.

Sejumlah perusahaan teknologi global seperti Google, Microsoft, dan Amazon dilaporkan memiliki kebutuhan air yang signifikan untuk mendukung operasional pusat data mereka. Kondisi ini dinilai dapat menjadi perhatian dalam upaya menjaga ketahanan sumber daya air di berbagai wilayah.

Meski demikian, perusahaan-perusahaan tersebut juga mulai mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan menerapkan solusi berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak terhadap ketersediaan air bersih di masa mendatang. ( Iwan )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....