Nyamuk Tertua dalam Amber Berusia 99 Juta Tahun

  • 29 Okt 2025 22:53 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU: Dunia sains kembali digegerkan dengan penemuan fosil yang luar biasa. Para peneliti baru-baru ini mengumumkan penemuan larva nyamuk tertua di dunia yang terawetkan dengan sempurna dalam sepotong batu amber (getah pohon yang membatu) yang berasal dari kawasan Kachin, Myanmar. Fosil ini diperkirakan berusia sekitar 99 juta tahun, menempatkannya pada Periode Kapur Awal (Cretaceous).

Sebuah Jendela ke Zaman Dinosaurus

Fosil larva nyamuk yang diberi nama spesies baru, Cretosabethes primaevus, ini adalah spesimen larva nyamuk pertama dari Era Mesozoikum yang ditemukan terperangkap dalam amber. Keutuhannya memberikan wawasan yang sangat berharga tentang evolusi nyamuk.

Dr. André Amaral, salah satu peneliti utama, menyatakan bahwa penemuan ini menunjukkan sebuah fakta mengejutkan:

"Struktur tubuh larva nyamuk hampir tidak berubah selama hampir 100 juta tahun. Ini adalah bukti kuat bahwa evolusi nyamuk berjalan sangat lambat dalam hal morfologi."

Larva nyamuk purba ini menunjukkan kemiripan mencolok dengan spesies modern dari kelompok Sabethini, yang saat ini dikenal hidup di air tergenang kecil seperti lubang pohon. Hal ini mengindikasikan bahwa cara hidup larva nyamuk berenang dan bernapas di air, sudah sama sejak zaman dinosaurus.

Menantang Asumsi Evolusi

Sebelumnya, catatan fosil nyamuk tertua dari periode yang sama umumnya berupa nyamuk dewasa, yang terkadang menimbulkan perdebatan tentang klasifikasinya. Namun, Cretosabethes primaevus memberikan bukti morfologi yang tak terbantahkan, memperkuat dugaan bahwa nyamuk telah terdiversifikasi pada Periode Jura (Jurassic), jauh sebelum periode Kapur.

Penemuan langka ini, yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Gondwana Research, tidak hanya memperluas garis waktu evolusi serangga penghisap darah ini tetapi juga menawarkan petunjuk baru tentang ekologi purba di wilayah Asia Tenggara. Para ilmuwan berharap penemuan ini akan memicu penelitian lebih lanjut mengenai adaptasi serangga di lingkungan pasca-kepunahan massal.

Beberapa penemuan fosil lain juga pernah diklaim sebagai nyamuk tertua, seperti fosil nyamuk jantan di amber Lebanon yang berusia sekitar 130 juta tahun, atau temuan fosil yang diperkirakan 247 juta tahun. Namun, penemuan larva nyamuk berusia 99 juta tahun ini diakui karena keutuhan dan kemiripannya yang jelas dengan spesies modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....