Mengapa 5 Agustus 2025 Menjadi Hari Terpendek?
- 31 Jul 2025 21:55 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Fenomena ini adalah hasil dari posisi Bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari, ditambah dengan kemiringan sumbu rotasi Bumi. Meskipun kita biasa mengaitkan hari terpendek dengan solstis musim dingin (sekitar 21 Juni di Belahan Bumi Utara dan 21 Desember di Belahan Bumi Selatan), pada tanggal 5 Agustus 2025, durasi siang hari akan mencapai titik terendah untuk beberapa wilayah, terutama di lintang tertentu.
Penyebab utamanya adalah percepatan dan perlambatan rotasi Bumi yang sedikit bervariasi sepanjang tahun. Faktor-faktor seperti distribusi massa di Bumi (misalnya, pergerakan lempeng tektonik, pencairan gletser, dan bahkan pergerakan atmosfer dan laut) dapat memengaruhi kecepatan rotasi Bumi dalam skala milidetik. Pada tanggal 5 Agustus 2025, diperkirakan variasi ini akan menyebabkan satu hari sedikit lebih pendek dari rata-rata 24 jam.
Dampak dan Observasi
Meskipun perbedaan durasi hari ini hanya dalam hitungan milidetik, fenomena ini menarik perhatian para ilmuwan dan astronom. Bagi masyarakat umum, perbedaan ini mungkin tidak terasa secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Namun, bagi sistem navigasi presisi tinggi, satelit, dan penelitian ilmiah yang membutuhkan ketepatan waktu absolut, perubahan kecil ini menjadi sangat relevan.
Badan Metrologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta lembaga-lembaga astronomi lainnya akan terus memantau dan memberikan informasi terkait fenomena ini.
Fakta Menarik: Rotasi Bumi Tidak Konstan
Perlu diketahui bahwa rotasi Bumi tidak sepenuhnya konstan. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya sedikit bervariasi:
- Pengaruh Gravitasi Bulan: Tarikan gravitasi Bulan menyebabkan pasang surut air laut, yang pada gilirannya menciptakan gesekan dan sedikit memperlambat rotasi Bumi dalam jangka panjang.
- Pergerakan Inti Bumi: Pergerakan material cair di inti Bumi juga dapat memengaruhi distribusi massa dan kecepatan rotasi.
- Perubahan Iklim: Pencairan lapisan es kutub dapat mengubah distribusi massa Bumi, yang juga memiliki efek kecil pada rotasi.
Menurut fisikawan dari National Institute of Standards and Technology, Judah Levine, Jika percepatan waktu terus berlanjut, para ilmuwan memprediksi kemungkinan munculnya detik kabisat negatif.
Detik kabisat negatif adalah pengurangan satu detik dari waktu resmi. Menurut pakar geofisika dari University of California, San Diego, Duncan Agnew, fluktuasi rotasi bumi dipengaruhi oleh posisi bulan dan pasang surut.
Pada musim panas, rotasi bumi cenderung lebih cepat karena perlambatan atmosfer yang berimbas pada peningkatan momentum rotasi planet.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....