Ancaman AI terhadap Lapangan Kerja Manusia Global
- 12 Jul 2025 15:59 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai menggeser peran manusia di dunia kerja. Dalam laporan Goldman Sachs Economic Research, disebutkan bahwa “kemajuan dalam generative AI dapat menggantikan hingga 300 juta pekerjaan penuh waktu secara global” (BBC, 2023). Hal ini berdampak signifikan di kawasan seperti Amerika Serikat dan Eropa, di mana sekitar 25% tugas kerja diprediksi bisa diotomatisasi oleh AI.
Tak hanya pekerjaan rutin yang terancam. Dalam artikel Investopedia (2023), dijelaskan bahwa “profesi kreatif seperti penulis, desainer, bahkan pengacara mulai tergeser karena kemampuan AI menghasilkan konten yang sulit dibedakan dari buatan manusia.” AI tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan kompetitor langsung dalam pekerjaan yang dulunya mengandalkan kreativitas dan intuisi manusia.
Menurut data dari laporan yang sama, sektor administrasi dan hukum menjadi yang paling terdampak. “Sekitar 46% tugas administratif dan 44% pekerjaan di sektor hukum bisa diotomatisasi,” ungkap Goldman Sachs (NDTV, 2023). Sebaliknya, pekerjaan fisik seperti teknisi dan konstruksi hanya memiliki risiko otomatisasi sebesar 4–6%, karena AI belum bisa menggantikan interaksi fisik dan keterampilan manual di lapangan.
Tren ini sejalan dengan temuan historis. “Sejak 1980-an, teknologi berkembang pesat, tapi laju kehilangan pekerjaan melampaui penciptaan lapangan kerja baru,” menurut Financial Times yang dikutip pada Sabtu (12/7/2025). Dengan kata lain, teknologi sering kali mempercepat pengurangan tenaga kerja sebelum sistem pendidikan dan pelatihan dapat mengejar perubahan.
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk berinvestasi dalam pelatihan ulang dan pengembangan keterampilan. Tanpa langkah proaktif, “AI bisa memperlebar kesenjangan sosial dan menimbulkan ketidakstabilan di pasar tenaga kerja,” tutur Goldman Sachs dalam analisisnya. Dunia kerja masa depan bukan hanya soal efisiensi, tapi juga soal keadilan dan kesiapan menghadapi perubahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....