Harumkan Bengkulu, Arif Delegasi Fully Funded Nusantara NTT
- 11 Jul 2025 11:36 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dan budaya. Arif Hidayat, putera asli Manna, Bengkulu Selatan, yang kini menjadi dosen muda di Universitas Semarang, berhasil mengharumkan nama daerahnya setelah terpilih sebagai salah satu delegasi fully funded dalam program Volunteer Eksplorasi Budaya Nusantara di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Barakara Indonesia dan berlangsung pada 23 Juni hingga 1 Juli 2025, dengan diikuti oleh sekitar 70 volunteer dari seluruh penjuru Indonesia.
Arif Hidayat saat berada di Desa Waerebo, NTT (Foto: Dok. Pribadi)
Dalam kegiatan tersebut, Arif dipercaya menjadi Koordinator Divisi Pendidikan dan Kebudayaan, yang berfokus pada pengembangan program pengabdian di Desa Wisata Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Pulau Rinca. Ia memimpin berbagai kegiatan yang mengangkat nilai-nilai edukatif dan kebudayaan lokal, serta melibatkan anak-anak, pemuda, dan masyarakat setempat dalam proses pembelajaran kreatif dan pelestarian budaya.

Arif Bersama Adik di Pulau Rinca. (Foto: Dok. Pribadi)
Menariknya, Arif Hidayat tampil memukau saat membawa dan mengenakan pakaian adat khas Bengkulu dalam pembukaan acara bertajuk “Welcoming Party Eksplorasi Budaya Nusantara”, sebagai bentuk representasi identitas dan kebanggaan daerah asalnya. Aksi ini mendapatkan apresiasi luas dari panitia maupun sesama delegasi, dan memperkuat semangat keberagaman budaya yang menjadi roh utama kegiatan ini.
“Sebagai anak Bengkulu Selatan, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperkenalkan budaya daerah saya di panggung nasional, sekaligus belajar dari budaya lain di tanah timur Indonesia,” ujar Arif dalam wawancara di lokasi kegiatan.
Selama masa pengabdian, Arif dan timnya berhasil merancang dan melaksanakan berbagai program kerja edukatif, seperti: Kajian Sosial Budaya “Adat Ata Modo”, Waring Batok, Dakon Rinca, Tangga Komodo, Sekolah Cerita, Profesi Impianku, Artventure, pembuatan sabun kertas, Menjadi pahlawan anti bullying, hingga dokumentasi tradisi lokal sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya Suku Bajo dan Ata Modo. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menghasilkan buku dokumentasi kegiatan, media pembelajaran berbasis budaya lokal, serta artikel ilmiah yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia akademik dan pembangunan berbasis komunitas.

Arif Hidayat Sebagai Koordinator Divisi Pendidikan dan Kebudayaan dalam melaksanakan Proker. (Foto: Dok. Pribadi)
Keikutsertaan Arif Hidayat membuktikan bahwa generasi muda Bengkulu mampu tampil di kancah nasional dengan dedikasi dan kontribusi nyata, khususnya dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengabdian masyarakat. Keterlibatannya juga menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi, komunitas, dan lembaga penggerak seperti Barakara Indonesia dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Bengkulu! Camkoha, tangkas Arif. (Penulis, Arif Hidayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....