Fenomena Astronomi Aphelion, Bumi Capai Titik Terjauh

  • 09 Jul 2025 08:25 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Pada tanggal 6 Juli 2025, Bumi mencapai titik terjauhnya dari Matahari dalam orbit tahunannya, sebuah fenomena astronomi yang dikenal sebagai aphelion.

Dalam kondisi ini, Bumi berada pada jarak sekitar 152,1 juta kilometer dari Matahari — sekitar 5 juta kilometer lebih jauh dibandingkan jarak terdekatnya, yaitu perihelion, yang terjadi setiap awal Januari.

Fenomena aphelion terjadi karena orbit Bumi mengelilingi Matahari tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips. Akibatnya, jarak antara Bumi dan Matahari terus berubah sepanjang tahun. Namun, meskipun saat aphelion Bumi berada di titik terjauh, hal ini tidak menyebabkan penurunan suhu global secara signifikan.

Suhu dan musim di Bumi lebih dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi (sekitar 23,5 derajat) daripada jarak Bumi dari Matahari. Oleh karena itu, meskipun saat aphelion jaraknya lebih jauh, belahan Bumi utara tetap mengalami musim panas karena sedang miring ke arah Matahari.

Fenomena ini bersifat rutin dan tidak membahayakan, namun selalu menarik untuk diamati dan dipelajari, terutama oleh para astronom dan pengamat langit. Selain itu, aphelion menjadi pengingat tentang betapa kompleks dan menakjubkannya gerakan Bumi dalam tata surya.

Beberapa pengamat langit dan komunitas astronomi juga memanfaatkan momen ini untuk mengedukasi masyarakat tentang dinamika orbit Bumi dan dampaknya terhadap kehidupan di Bumi.

Meskipun tidak terlihat langsung oleh mata, momen aphelion bisa menjadi waktu yang tepat untuk merenungi betapa kecilnya Bumi dalam skala kosmos, namun juga betapa luar biasanya sistem alam semesta yang mengatur segalanya dengan begitu presisi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....