Harga Emas Antam Ambruk Rp260.000 Hari Ini
- 31 Jan 2026 13:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pasar logam mulia domestik dikejutkan oleh penurunan tajam harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Sabtu ini. Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam merosot sedalam Rp260.000 menjadi Rp2.860.000 per gram.
Kejatuhan yang sangat drastis ini menghentikan tren kenaikan panjang yang sempat membawa emas ke level tertinggi di atas Rp3,1 juta. Kondisi tersebut memaksa para investor ritel untuk melakukan kalkulasi ulang terhadap portofolio investasi mereka di penghujung bulan Januari.
Harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam juga mencatatkan koreksi yang jauh lebih dalam dibandingkan harga jualnya. Tercatat harga buyback anjlok sebesar Rp285.000 per gram sehingga kini berada pada level Rp2.654.000 per gram.
Selisih harga jual dan beli yang melebar ini memberikan tekanan tambahan bagi pemilik emas yang ingin mencairkan aset mereka. Fenomena ini jarang terjadi dalam skala sebesar ini dan menciptakan volatilitas yang sangat tinggi di pasar fisik.
Analisa pasar menunjukkan bahwa penurunan ini merupakan dampak langsung dari rontoknya harga emas dunia di pasar spot global. Emas global dilaporkan terjun bebas setelah sempat menyentuh rekor fantastis di level USD5.450 per troy ons pada hari sebelumnya.
Aksi ambil untung massal oleh institusi besar menjadi pemicu utama harga emas dibanting hingga ke kisaran USD4.695 per troy ons. Penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang tiba-tiba melesat turut mematikan daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai.
Pakar komoditas menilai bahwa meredanya tensi geopolitik di beberapa wilayah konflik ikut mengurangi permintaan terhadap aset aman (safe haven). Pasar kini mulai mengalihkan likuiditas mereka ke pasar ekuitas dan obligasi yang dianggap menawarkan imbal hasil lebih menarik.
Faktor teknikal juga menunjukkan bahwa emas telah memasuki area jenuh beli sehingga koreksi besar menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan. Penurunan ini dianggap sebagai fase konsolidasi bagi pasar untuk menemukan titik keseimbangan baru setelah reli yang terlalu cepat.
Bagi investor jangka panjang, kejatuhan harga ini bisa menjadi kesempatan emas untuk melakukan akumulasi di harga yang lebih murah. Namun, para pelaku pasar tetap disarankan untuk waspada terhadap potensi fluktuasi lanjutan yang mungkin terjadi di pekan depan.
Data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis mendatang akan menjadi kompas bagi arah pergerakan harga emas selanjutnya. Tetap pantau sumber resmi secara berkala sebelum mengambil keputusan investasi besar di tengah kondisi pasar yang dinamis ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....