Turun Tipis, Emas Diprediksi Tetap Bullish Akhir Januari
- 27 Jan 2026 09:15 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.iD, Bengkulu - Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk terpantau mengalami penurunan tipis pada perdagangan hari ini, Selasa, 27 Januari 2026. Berdasarkan informasi resmi dari laman Logam Mulia, harga emas untuk pecahan satu gram berada di level Rp2.916.000. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp1.000 dibandingkan dengan harga pada Senin kemarin yang sempat menyentuh rekor tertinggi di level Rp2.917.000 per gram.
Meski turun tipis, harga emas saat ini masih bertahan di area tertingginya sepanjang sejarah akibat volatilitas pasar global. Penurunan serupa juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam yang hari ini dipatok pada level Rp2.749.000 per gram. Harga buyback tersebut turun Rp1.000 dari posisi hari sebelumnya yang berada di angka Rp2.750.000 per gram.
Di pasar global, harga emas dunia justru menunjukkan tren yang lebih agresif dengan bergerak mantap di atas level psikologis baru. Pada perdagangan pagi ini, harga emas spot dunia tercatat berada di kisaran US$5.042 per troy ons, sebuah angka yang mencerminkan lonjakan luar biasa dalam satu tahun terakhir.
Ketegangan geopolitik yang meningkat di berbagai kawasan serta kekhawatiran pelaku pasar terhadap independensi kebijakan moneter bank sentral utama dunia menjadi katalis utama yang mendorong investor mengalihkan aset mereka ke instrumen safe haven.Analis pasar komoditas menyebutkan bahwa meski terjadi koreksi tipis di pasar domestik, tren jangka panjang emas masih sangat bullish. Beberapa institusi keuangan global seperti Goldman Sachs bahkan telah merevisi naik prediksi harga emas mereka untuk akhir tahun 2026.
Lonjakan harga ini dipicu oleh aksi borong emas yang dilakukan oleh bank-bank sentral di pasar negara berkembang serta diversifikasi portofolio besar-besaran oleh sektor swasta guna melindungi nilai kekayaan mereka dari ancaman inflasi dan devaluasi mata uang fiat.Memasuki akhir Januari 2026, ramalan perdagangan emas menunjukkan potensi konsolidasi sebelum kemungkinan kembali melanjutkan penguatan. Para ahli memprediksi harga emas dunia akan stabil di kisaran US$5.000 hingga US$5.100 per troy ons hingga penutupan bulan ini.
Di dalam negeri, harga emas Antam diperkirakan akan tetap fluktuatif di kisaran Rp2,9 juta per gram, sangat bergantung pada pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang saat ini berada di level Rp16.700-an.
Meski harga sedang berada di puncak, emas tetap dianggap sebagai instrumen pelindung nilai paling aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Para analis menyarankan investor ritel untuk tetap mencermati pergerakan harga harian dan memanfaatkan koreksi harga sekecil apa pun untuk melakukan akumulasi secara bertahap, terutama bagi mereka yang memiliki orientasi investasi jangka menengah dan panjang hingga akhir tahun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....